# Arya Darmawangsa muda menatap lurus kearah wanita cantik yang kini duduk membelakanginya dengan mengenakan gaun pengantin. Ia tampak ragu sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk mendekati wanita itu. “Masih ada kesempatan Ayu, ikutlah denganku. Aku akan melepaskan semuanya untuk dirimu, bahkan kalaupun itu berarti harus melawan ayah dan kakakku…aku…” Arya tidak bisa melanjutkan kalimatnya saat wanita itu-─ Ayudia berbalik dan menatapnya dengan tatapan dingin. Tidak, sorot matanya tidak hanya sekedar dingin tapi menyiratkan kebencian dan rasa muak pada pria di depannya. “Kesempatan untukmu sudah lewat Ar. Kau tidak pernah memilihku disaat aku mati-matian mengikutimu. Bukan aku, kau-lah yang berpaling dariku. Bagiku sekarang, mencintaimu adalah kesalahan terbesarku. Sekarang, saat in

