# Mahendra menelan ludah gugup. Koordinatnya tepat. Disinilah ponsel istrinya terdeteksi. Ia menatap Tria dan Taka untuk sejenak. Taka menepuk bahu Mahendra. “Ini bisa saja jebakkan, kau seharusnya membiarkan orang-orang kita memeriksa dulu kedalam,” ucap Taka. “Tidak ada waktu. Kalau kau melakukan itu dan ternyata itu memang benar jebakkan, Om Arya cuma akan semakin marah dan mungkin mencelakai Runa dan bayinya atau bahkan Gi, kita sama-sama tahu seperti apa Om Arya,” potong Tria. “Aku akan baik-baik saja. Aku tidak sebodoh dan selemah itu,” ucap Mahendra akhirnya. Taka hanya bisa menarik napas panjang menatap kedua orang itu. “Tetap pada rencana, kalau misal Paman berencana memancing emosimu, kau tidak boleh terpancing.” Taka memperingatkan. “Tidak perlu kau ingatkan, aku ta

