# Arruna mengepalkan tangannya erat. “Kau…orang yang kejam,” ucapnya dengan nada suara gemetar. Arya Darmawangsa tertawa keras. “Kesepakatannya masih sama Arruna. Paksa Mahendra untuk menceraikanmu. Dan aku akan berbaik hati dengan memberinya 25% haknya serta menjamin keselamatan anakmu juga. Kau pikir penjara dan hukum mampu menahanku berapa lama? Karena kecerobohanmu….lihat…kakakku, ayah mertuamu harus meninggal. Kau tidak berpikir kalau itu semata – mata kecelakaan biasa bukan? Tentu tidak. Kau lebih pintar dari itu…hahahaha…” Arya Darmawangsa mendekatkan wajahnya ke arah Arruna, mengabaikan sipir penjara yang menatapnya curiga. “Jangan lagi pilihan yang bodoh dan mengorbankan orang lain lagi. Kau paling tahu, Mahendra itu lemah….bahkan Ajie tidak bisa mengendalikanku lagi….apala

