“Tunggu dulu, aku tadi sudah melakukan sebuah penawaran yang bagus. Diterima atau ditolak?” tanya Savadi. “Kami butuhkan sesuatu yang lebih daripada itu. Karena kau anak orang kaya maka berikan kami sebuah pekerjaan yang layak dan mewah. Sekali kerja bisa buat bersenang-senang beberapa minggu,” kata ketua penyamun. “Aku sudah berkali-kali berburu mutan. Hasil yang didapatkan lumayan. Aku bisa memiliki pedang ini.” Amut memperlihatkan pedang yang memiliki bagian intan yang sangat keras. Begitu juga dengan tombak. Perhatian penyamun teralihkan ke senjata yang dipamerkan Amut. Mereka terpulau atas keindahan senjata tersebut. Terlebih lagi setelah tertepa cahaya mentari. Bahkan sang ketua menyamun memperlihatkan wajah cantik yang dimiliki. “Aku sepakat kalau seperti ini hasilnya. Tolong aja

