Menyerang secara langsung bukanlah sebuah pilihan bagi Amut. Namun dia harus menghadapi itu hanya karena kesalahan penyamun yang terlalu berburu-buru dan meremehkan lawan. Mau tak mau dia juga ikut terseret ke dalam pertarungan tersebut agar bisa menyelamatkan orang sebanyak mungkin. Pertarungan kala itu sepertinya tak ada ujung. Setiap penjaga yang berhasil dibasmi, muncul lagi penjaga yang lain. Kekuatan penyamun pun kian menurun. Terpaksa Amut harus meninggalkan tempat tersebut. Tak lupa juga lampu dimatikan. Perjalanan kini dilanjutkan dengan menggunakan senter peninggalan zaman modern. Cahaya yang dihasilkan benda tersebut membuat Amut bisa melihat keadaan sekitar. Sesekali dia menoleh ke belakang dan ternyata Yina yang mengikuti dengan cara yang sama. “Amut, kenapa kau meninggalkan

