Kembali

1053 Kata

Tubuh Kvaro sudah terluka berat. Kedua kaki tak bisa digunakan untuk bergerak. Tangan kanan apalagi, sudah malfungsi. Bahu pun tertembus. Ditambahkan lagi dengan aksi Amut mencabut tombak tersebut membuat rasa sakit semakin menjadi. Belum lagi ancaman gunting yang ada di leher sebelah belakang. Pena diambil, dokumen yang dibawakan Amut sedikit diganti dengan nama Savadi dan dibubuhi tanda tangan. Segala surat keperluan telah selesai. Amut menusukkan tombak ke tangan kiri Kvaro. Sebab itulah segala anggota gerak Kvaro tak berfungsi sama sekali. “Tolong, jangan bunuh aku. Segala uangku sudah aku serahkan padamu,” pintanya sambil menangis. “Baiklah, aku tak akan membunuhmu. Tapi selamatkan dirimu sendiri.” Amuk menebarkan kertas yang sudah tak dipakai di sekitar sana. Lilin dilemparkan ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN