Kapal melaju dengan tenang tanpa ada angin yang mengganggu maupun ombak besar. Kendaraan yang ditenagai uap tersebut tak membutuhkan angin sama sekali untuk bisa mengarungi lautan yang luas. Para penumpang pun bersantai ria. Tak disangka di tengah perairan yang tenaga tersimpan seekor mutan yang besar. Gurita dengan ukuran besar mampir ke kapal tersebut. Beberapa penjaga telah bersiap di atas atap. Pedang besar pun berada di tangan. Paso dan Aya ikut naik ke atap kapal. Senjata mereka persiapkan masing-masing. Lawan yang harus dihadapi si anak kraken cukup banyak. Hewan tanpa tulang belakang tersebut menembakkan tinta yang cukup banyak. Tentu saja para penjaga menghindari cairan tersebut karena takut dihilang racun. Amut masih berada di atas Menara sama sekali tak pernah diperhatikan.

