“Cepat habisi laku-laki itu atau kalian yang akan aku habisi dan tak akan mendapat bayaran,” kata seorang yang berbaju mewah. “Tunggu dulu, apakah kalian mau mempertaruhkan nyawa hanya demi sekeping uang? Bukankah yang kalian lawan adalah pemburu mutan? Menurutku lebih baik,” kata Amut. Beberapa aparat berbisik satu sama lain karena timbul keraguan mana yang akan dibela. Seorang saudara yang kaya sudah pasti memiliki keuangan yang stabil. Namun yang disayangkan saudagar itu kejam dan penuh dengan perhitungan. Sedangkan pemburu mutan jarang mereka temui dan memiliki kekejaman lebih disertai serangan yang mematikan. Pilihan sudah ditentukan, tebasan pun dilakukan. Saudara menjadi korban dari sebuah pedang yang dibawa seorang aparat. “Apa yang kalian lakukan?” Amut masih waspada terhadap o

