“Mereka adalah keluargaku yang dimangsa oleh laba-laba. Saat itu kami sedang menghadiri sebuah pesta,” kata Yina sambil meneteskan air mata. Kenangan di hari itu tak terlupakan sama sekali. “Ini.” Amut memberikan beberapa perhiasan kepada Yina. “Darimana kau dapatkan ini semua?” Air mata di wajah Yina dihapus dengan tangan. “Aku ambil dari orang yang telah kehilangan nyawa,” jawab Amut. Oh, jadi selama ini kau merampok mayat? Amut, tak kusangka kau telah melakukan tak menjijikkan seperti ini. Aku benci kamu!” Tangan Yina langsung mengambil perhiasan yang ada di tangan Amut. Segera dia pergi meninggalkan tempat tersebut. Langkah yang kurang hati-hati membuat dia masuk ke dalam sungai. Kepergian Yina membuat Amut kembali di dalam kesendirian. Tak ada siapapun yang ada di sana. Garis pan

