Mari Bebaskan Mutan

1051 Kata

“Yina, kau sedang apa?” Amut membersihkan cairan merah dari senjata yang dimiliki. “Ingin membantumu saja. Kukira masih ada penjaga yang bisa bertahan hidup.” Yina tersadar dari lamunannya. Busur panah diturunkan. “Terima kasih banyak, Sayangku.” “Sama-sama, Sayangku.” Yina mengikuti jejak Amut. Stadion tempat mereka bertarung sudah didatangi. Kali ini mereka sebagai penonton. Sedangkan yang ada di dalam stadion itu adalah para mutan penerbang. Bangku demi bangku dilewati sambil bersembunyi sehingga mereka bisa berada di bangku terdepan. Keadaan di sekitar terus dipantau. Taka ada lagi akses untuk turun ke bawah. “Amut bagaimana ini? Kita tak bisa turun lagi,” tanya Yina. “Aku datang ke sini untuk melihat keadaan dahulu. Kau nanti bertugas untuk memanah mutan. Pilihlah yang bijak. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN