Author POV Jam kosong itu berlalu pelan di kantin. Ivan duduk berhadapan dengan Bell, buku terbuka, tapi fokusnya lebih sering lari ke wajah Bell yang sesekali melamun sambil menggigiti sedotan minumannya. Bell sendiri baru sadar saat jarinya refleks meraih tangan Ivan. "Eh—" Ivan terkejut kecil. Bell menunduk, matanya terpaku pada sesuatu di pergelangan tangan Ivan. Gelang itu. Rajutan tidak begitu rapih, buatan tangan. Agak kusam, tapi masih utuh. Di tengahnya tergantung sebuah chain kecil berbentuk huruf B dan I. Bell tersenyum tanpa sadar. "Lo masih simpen ini?" tanyanya pelan, jempolnya mengusap rantai kecil itu. Ivan ikut menatap gelangnya, lalu tersenyum. Bukan senyum malu. Tapi senyum bangga. "Ya iyalah," jawabnya ringan. "Ini kan dari lo." Nada suaranya seperti mengata

