25

1441 Kata

Author’s POV Bell duduk bersila di lantai kamar Angga, punggungnya bersandar ke ranjang. Di tangannya ada bantal yang sudah ia peluk sejak lima menit lalu, tapi belum juga ia remas—tanda ia masih menimbang-nimbang kata. Angga duduk di kursi belajar, satu kaki naik ke dudukan, sibuk main game di ponselnya. Ia tidak menoleh, tapi telinganya jelas mendengar napas Bell yang dari tadi tidak tenang. "Gue bingung," ucap Bell akhirnya. Angga mendengus. "Akhirnya. Gue kira lo mau bengong sampe subuh." Bell melirik tajam. "Gue serius." "Ya udah. Cerita," jawab Angga santai. "Tapi kalo ujung-ujungnya soal cowok, gue berhak ngejek." Bell menghela napas. "Gue tuh... ngerasa aneh." "Semua orang kalo jatuh cinta juga aneh." "Masalahnya gue ga tau ini jatuh cinta bukan? Kalau iya, gatau ke siapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN