Author POV Setelah kejadian Bell yang begitu peduli dengan Arsen, Romeo mengumpulkan kedua sahabat lainnya sepulang sekolah. Mereka bertiga sepakat berkumpul di tempat yang—menurut versi mereka—paling aman untuk diskusi rahasia. Di belakang gedung laboratorium. Gudang di bawah tangga darurat. Dengan satu botol teh manis yang sudah setengah habis dan satu roti sobek yang entah sejak kapan ada di tas Jerry. "Gue mau mulai dengan satu kalimat," ujar Romeo serius, bersedekap. "Bell berubah." Daffa mengangguk pelan. Jerry ikut mengangguk, meski mulutnya masih mengunyah. "Bukan berubah biasa," lanjut Romeo. "Ini levelnya total." Jerry berhenti mengunyah. "Kayak jadi anomali?" "Mungkin..," sahut Daffa datar. Romeo menarik napas, lalu mencondongkan badan seperti sedang memberi laporan resm

