“Gue harus gimana ya Cas?” Tanya Aril ke Lucas di Apartemennya. Aril telah menceritakan semua masalahnya tadi ke Lucas. “Ril, kita itu senasip. Sama-sama lamarannya di tolak. Gue aja nggak habis fikir kenapa dia tolak lamaran gue.” Sebal Lucas sembari mengacak rambutnya kesal. “10 tahun gue cinta sama dia. 20 kali gue ngajak pacaran dan 9 kali gue ngelamar dia. Tapi dia selalu nolak gue. Lo bayangin aja gimana perasaan gue?” Tanya Lucas. “Gue juga heran.. Kenapa Mentari nolak lo.” Balas Aril. “Mau gue kenalin temen gue nggak??” Tawar Aril kini. Plak... “Sembarangan!” Omel Lucas. “Yah.. Tapi keadaan lo lebih mending, setidaknya Rasya belom nikah, dan lo punya anak sama dia. Ada dukungan dari Gabriel.” Kata Lucas yang kini menyalakan laptopnya. “Kerja?” Tanya Aril. “Iya. Ngecek

