"Fani!" Fani menoleh ketika mendengar namanya dipanggil. Ia mengernyit heran ketika mendapati Bastian dan Rafael dengan kompak berlarian mendekat ke arahnya. "Apa kabar?" Rafael tiba-tiba merangkul pundak Fani sembari melayangkan sebuah senyuman lebar. "Anjir, playboy cap tikus!" maki Bastian yang berada di sisi lain Fani. Tak lupa, ia mengeluarkan ponsel dari saku celana lalu memotret Fani yang sedang dirangkul oleh Rafael. "Eh, Nyet! Ngapain lo poto-poto gue? Gue tau gue ganteng, tapi sorry banget loh ya. Maaf mengecewakan tapi gue masih doyan sama yang berjenis kelamin pe-rem-pu-an! Jadi, buang jauh-jauh pikiran m***m lo itu ke gue atau-" "Mampus!" Bastian memotong ceracauan dari Rafael. Ia membalik ponselnya, menunjukkan sebaris chatting yang baru saja ia terima. Mata Rafael membu

