Arsen menghela napas panjang di depan cermin. Ia menatap datar penampilan dirinya saat ini. Sebuah tuxedo hitam melakat pas di tubuhnya. Rambutnya tersisir rapi ke belakang. Arsen menatap wajahnya sendiri dengan helaan napas berat. Ia terlihat tampan tapi Arsen tak merasa senang saat ini. Sebuah ketukan pintu terdengar saat Arsen baru saja melihat jam tangannya. Pukul setengah delapan malam. "Tuan Muda, Tuan Besar dan Nyonya Besar menunggu Anda di bawah." Arsen menghela napas panjang sekali lagi. Kembali, Arsen melihat penampilannya pada cermin di depannya. Arsen berdecak, ia segera keluar dari kamar dan menuju lantai bawah. "Tuan dan Nyonya menunggu Anda di dalam mobil." Arsen mendelik sebal pada Satya karena Satya kembali berbicara dengan bahasa formal, sedangkan Satya nyengir tanpa

