Fani baru keluar dari pintu cafe saat tiba-tiba hujan turun. Berniat berbalik dan kembali ke dalam cafe agar tidak kehujanan, Fani justru menabrak d**a bidang seseorang. Fani mendongak dan tatapannya terkunci pada bola mata berwarna hitam tajam yang sedang menunduk menatap lurus ke arah Fani. Mendadak, pasokan udara jadi menipis. Fani tidak tahu kenapa efek yang ditimbulkan oleh laki-laki ini tiap kali mereka bertatapan mata selalu seperti ini. "Selamat malam, Princess. Ayo pulang." Arsen merangkul Fani dan menariknya menuju mobil yang terparkir tak jauh dari sana. Fani mengernyit, ia yakin tadi mobil itu belum ada di sana. Atau mungkin sudah? Setelah membukakan pintu untuk Fani dan kembali menutup pintu setelah Fani masuk ke dalam mobil, Arsen berputar dan masuk ke pintu kemudi. Rambu

