"APA?!" Rafael setengah menjerit saat mendengar ucapan Arsen. Bastian yang hendak memakan jarahan cokelat dari meja milik Gavin pun menghentikan gerakannya. Akibatnya, cokelat itu hanya menggantung di udara sedangkan mulut Bastian masih terbuka lebar. Ia terlalu terkejut dengan ucapan Arsen hingga membuatnya membatu. Begitupun Gavin. Gavin yang senantiasa cuek dan berekspresi datar, sebab mendengar ucapan Arsen kini mengeluarkan ekspresi terkejutnya. Yah, meskipun tidak terlalu kentara. Sejak jam istirahat kedua mereka berempat berada di taman belakang sekolah dan sengaja membolos pada jam pelajaran terakhir. "Wah, gila lo! Gilaaa!!" Rafael terus merutuki Arsen. Ia turun dari gazebo dan menatap Arsen setengah marah dan tak percaya. "Kenapa lo baru ngomong sama kita?" tanya Rafael dengan

