Fani mendesah lesu. Ia mencoret-coret bukunya dengan sembarang. Pelajaran yang diterangkan oleh gurunya sama sekali tak masuk ke dalam otak. Fani ingin memilih memejamkan mata lalu tidur namun tidak bisa. Matanya terus tertuju pada kursi di sampingnya yang kosong. Ia bergerak-gerak gelisah. Sudah seminggu lamanya kursi itu kosong. Tak ada satu gurupun yang menanyakan keberadaan Arsen. Gavin, Bastian maupun Rafael juga bungkam. Mereka tidak pernah menyinggung tentang Arsen sama sekali.. Semua ini terasa aneh dan janggal bagi Fani. Fani ingat terakhir bertemu Arsen mengatakan akan menjelaskan sesuatu padanya. Namun esok harinya justru Arsen tidak masuk. Arsen mendadak menghilang selama seminggu ini. Berdecak pelan, Fani mengambil ponselnya dan membuka aplikasi kontak. Ia melirik ke depan

