Arsen menatap sendu pada sosok gadis yang terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit. Ia mengamati wajah memar bekas benturan, tamparan dan goresan kaca di wajah perempuan itu. Dadanya sesak saat pandangannya bergerak ke bawah dan melihat bekas cekikan di leher Fani. Arsen menghela napas, teringat semua cerita yang ia dengar dari mulut Gavin kemarin. Semua hal yang ternyata Gavin ketahui dan sembunyikan darinya selama ini. Lelaki itu tidak menyangka bahwa gadis yang ia sukai banyak mengalami hal-hal buruk. Bahkan perlakuan Danial padanya tidak seberapa dengan perlakuan Bimo pada Fani. Memikirkan hal tersebut membuat Arsen marah sekaligus kecewa. Marah karena ia tidak bisa menjaga Fani dan kecewa karena kebodohannya yang tak pernah menyadari bahwa Fani menyimpan luka sebesa

