Lima belas menit berlalu semenjak si gadis yang ia sukai menerima telpon dan belum kembali. Arsen mengedarkan pandangannya ke penjuru kafe, mencari-cari sosok Fani sambil memainkan sebuah jepit rambut berbentuk bunga warna pink. Di sisinya terdapat tiga buah daun dengan beberapa buah mata berlian yang kian mempercantik jepit rambut tersebut. Arsen tersenyum melihat jepit rambut itu. Ia bisa membayangkan betapa cantiknya Fani ketika memakai benda yang kini ada di tangannya. Sebuah hadiah khusus dari Arsen untuk perempuan yang ia cintai. Menit terus berlalu tetapi yang ia nanti belum juga muncul. Dan entah kenapa hatinya terasa sedikit gusar. "Mau kemana?" Rafael berteriak pada Arsen saat lelaki tersebut beranjak dari sofa. "Bentar!" balas Arsen dengan berteriak juga karena suara musik

