Fani tidak ingat kapan ia bisa sebahagia ini. Dikelilingi teman-teman yang ia sayangi. Saling melempar lelucon satu sama lain. Semua berbaur menjadi satu, dengan gelak tawa dan sesekali kejailan yang mereka lakukan. "Anjrit, Bas. Jauh-jauh dari gue." Rafael mendorong tubuh Bastian yang bersiap merangkulnya. Dengan kedipan manja serta seringaian genit yang membuat siapapun bergidik. "Peluk doang, dikiiiit aja, Raf." Bastian terus memaksa. "Najis. Enggak!" Segera Rafael menepis tangan Bastian, membuat cowok itu merengut. "Ya udah, deh. Lo aja yang gue peluk." Bastian beralih pada Arsen yang langsung dihadiahi tatapan membunuh dari cowok itu. "Lo sentuh gue, gue mutilasi lo." Bastian menghela napas. Kini ia melirik Gavin dan Gavin membalas tatapannya dengan datar. Bastian meneguk saliva

