Fani menghela napas kasar untuk kesekian kalinya. Ia berbalik dan menatap tajam pada Arsen. Ia benar-benar ingin memukuli cowok itu dengan nampan yang sekarang ia bawa saat ini. "Coca cola," ucap Arsen sembari menyunggingkan senyuman tak berdosa. Fani meniup poni rambutnya dan berusaha agar tetap sabar. Ia pun berbalik dan segera mengambilkan pesanan Arsen. BRAK. "Ini." Fani meletakkan segelas coca cola di meja Arsen dengan kasar. Rafael dan Bastian yang sedang makan sampai tersedak karena kaget, sedangkan Gavin menatap gelas tersebut dengan datar. Berbeda dengan tiga temannya, Arsen justru menyunggingkan senyuman miringnya. Fani melirik ke samping, di mana Bastian dan Rafael sedang minum mengatasi ketersedakan mereka. Di meja mereka saat ini, penuh dengan segala jenis makanan. Burge

