Curiga (1)

2765 Kata

"Apa yang lo lakuin kemarin?" Alvaro memutar bola mata dengan malas karena dugaannya tepat. Itu adalah kalimat pertama yang ia yakin akan Arsen lontarkan saat mereka bertemu. Sambil memainkan setangkai ilalang rumput di mulut, Alvaro melirik sekeliling rooftoop. "Apa pentingnya buat lo?" "Nggak ada, sih." Arsen mengernyitkan dahi sejenak. "Tapi gue mau bilang kalau gue – gue –" "Sama-sama." Alvaro memotong dan memutar bola mata lagi. "Sesusah itu mengucapkan kata 'terimakasih'?" Arsen mendengus. Memang benar Arsen belum terbiasa mengucapkan kata-kata semacam itu. Kecuali mungkin hanya pada Fani seorang. "Sejak kapan kalian berhubungan?" tanya Arsen setelah hening sejenak. Angin bertiup dengan lembut, mengacak rambut kedua insan tersebut. Matahari pagi juga terasa hangat. Mereka ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN