Aku masih sama, tanpa rasa, tanpa cinta, dan tanpa tujuan, semua seolah begitu hampa tanpa jalan dan tujuan, tidak ada satu arah pun yang dapat membuat aku tertarik dan lepas dari belenggu ilusi kehidupan ini. Jika aku paksa lari maka aku akan terluka, dan jika aku berhenti aku akan mati perlahan lahan, apa itu berarti aku harus menemui peta? tapi siapa dia? tidak ada! mataku terlalu buram untuk melihat dan mengetahui hal itu. Biarlah sedemikian rupa hingga waktu benar-benar usai dan berhenti, maka di kehidupan selanjutnya aku akan menuntut Tuhan jika aku diberi takdir dan kehidupan yang sama seperti sekarang, mengalami hal yang sama lagi dan lagi bukan bagian dari keinginanku. Ibuku terus tersenyum diselimuti kebahagiaan setelah mendengar persetujuan ku semalam, padahal aku melakukanny

