"Gue di mana? Gue siapa? Gue kenapa? Elo siapa?" Seberapa greget perasaan kalian, kalau bangun-bangun disambut cecandaan rese kayak gitu? Langsung saja gue geplak kepala si Bambang. Dia mengaduh kesakitan. "Bangun-bangun udah anarkis lo, Suketi!" "Habisnya, lo duluan yang bikin gue kesel!" Gue menjawab sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. "Eh, gue lagi di rumah sakit nih?" "Lo lagi di kuburan!" Ya Tuhan. Bacot Bambang memang disfungsi. Gue menyambar mulut adik gue dengan tabokan ringan. "Nyumpahin gue, lo!?" Dia menjerit, "Anyink!" Kali ini Bambang terlihat lebih kesakitan. Makanya jangan berani-berani ngelawan Nyaikkk! "Don't upset me. Kalo ditanya jawab yang bener!" Bambang berdiri dari duduknya. Memang sejak tadi dia duduk di kursi sebelah

