Lelaki Menyedihkan

1309 Kata

“Haus,” bisik Putra dengan suaranya yang parau. Alif yang sedang main game cacing langsung bangkit, tidak peduli cacingnya yang kini sudah gendut harus mati.   “Bro, ini gue, bro. Lo mau minum.” Alif bersemangat melihat sepupunya mulai bangun. Dia membawa segelas putih lengkap dengan pipetnya, selama tertidur Alif dan Anisah bergantian meneteskan air menggunakan pipet agar mulut Putra tidah kering.   Putra seperti bermimpi buruk, matanya masih terpejam akan tetapi kepalanya bergerak gelisah, “Air.”   Alif memberi beberapa tetes air dengan hati-hati, khawatir tersedak dan bisa berakibat fatal.   “Pelit,” rajuk Putra, Alif sontak melihat mata sepupunya, lelaki yang sudah tertidur selama lima hari itu kini membuka mata. Saat keduanya beradu pandang Putra tersenyum.   “Alhamdulillah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN