Di sepanjang perjalanan, Asoka hanya menatap lurus ke depan, ia enggan menatap ke arah ibu-nya yang duduk di sampingnya. Ia masih tidak habis pikir apa yang ada di dalam pikiran ibunya hingga wanita paruh baya itu lebih membela Tuan Sam di bandung dirinya. "Apa kau masih kesal dengan ibu?" Regita mencoba memecah keheningan yang hampir tiga puluh menit terjadi. "Aku tahu kau pasti marah dengan ibu, tapi ... kau tahu, kan. Ibu tidak mungkin melakukan itu tanpa alasan." Mendengar itu, akhirnya Asoka mau menoleh ke arah ibunya. Sejujurnya ia juga penasaran kenapa ibu nya bertindak demikian. "Memang apa alasan ibu?" Asoka bertanya ragu-ragu, matanya tak hentinya menatap menyelidik ke arah ibunya. Regita menghela napas panjang sejenak, lalu menoleh ke arah Asoka, menatap wajah putranya itu

