Chapter 1 : Kepergok Selingkuh
Mari simak berita panas berikut ini.
Diperkirakan bahwa industri properti akan terguncang. Nyonya Tyas dari Indrawan Group mengumumkan akan mengundurkan diri dan menunjuk Tuan Ricky Indrawan sebagai Presdir Group Indrawan.
Istri Tuan Ricky, Nona Alessa Indrawan adalah penyelenggara upacara pelantikan kali ini.
Sulit dipercaya kalau dalam waktu satu malam pra-penjualan proyek Starlight yang dipimpin Nona Alessa telah melampaui 60%.
Mari kita saksikan bersama butuh berapa lama hingga laris total.
"Seluruh keajaiban dan impian akan direalisasikan di tempat ini, Starlight. Perpaduan kenyamanan dengan teknologi terbaik. Menyediakan rumah di tengah kota untuk rakyat seluruh negeri." Ujar Ricky di Iklan Proyek Starlight yang tayang di semua media di Jakarta.
~Setengah Jam Yang Lalu~
Alessa keluar dengan senyuman indahnya melihat Tania, Citra, Maya, dan Indri. Musik pun berbunyi kelima sahabat dekat itu pun berjoget dan bernyanyi bersama dengan bahagia.
Tak lama kemudian bel berbunyi, Tania keluar untuk melihat siapa yang datang. Kurir yang menunggu di depan rumah pun segera menyerahkan bunga untuk Alessa pada Tania.
"Kak Ricky mengirimkan bunga." Ujar Tania pada semua orang. Perkataan Tania pun direspon oleh semua orang. "Cantiknya..." Ujar Maya. "Bunganya cantik sekali, satu buket besar." Ujar Indri menambahkan.
"Ahhh, senangnya..." Ujar Citra juga sambil berjoget tak jelas. Yang langsung membuat semua orang tertawa.
"Ahh peringatan ulang tahun pernikahan kakakku tersayang yang kelima tahun harus senang dong." Ujar Citra lagi sambil kembali berjoget tak jelas yang diikuti oleh semua orang, termasuk satu-satunya pria disana, Hanif yang merupakan pekerja di perusahaan Alessa.
"Malam ini pasti Kak Ricky akan tersenyum tanpa henti." Ujar Tania meledek kakak tirinya, Alessa.
"Kak Ricky belum datang lagi?" Tanya Citra pada Alessa. Alessa pun menjawab "Katanya dia akan pulang telat karena pekerjaan."
"Ohiya Ale, apa kamu sudah buka kado dari kita?" Tanya Indri sambil tertawa cekikikan.
Maya pun menjawab pertanyaan yang ditujukan ke Alessa "Pasti sudah dibuka. Jangan berpikir bisa tidur nyenyak begitu memakai nya." Ujar Maya sambil membuat pose tubuh seksinya yang membuat semua orang tertawa.
"Hari ulang tahun pernikahan ditambah dengan hari Valentine. Pasti nanti malam tidak akan bisa tidur. Kurasa akan dirobek nanti malam saat baringan." Ujar Citra antusias yang langsung membuat Tania, Maya dan Indri membayangkan nya.
"Sudah, berhenti meledekku." Ujar Alessa sambil tersenyum bahagia melihat adik tirinya dan sahabat-sahabat tercintanya.
Tania adalah adik tiri Alessa karena ayahnya berselingkuh dari ibu Alessa yang sangat menyayangi Alessa.
Indri yang umurnya 5 tahun diatas Alessa selalu bisa menjadi penasehat Alessa.
Maya yang sebaya dengan Alessa selalu menjadi sahabat yang selalu mendukung Alessa.
Dan Citra yang usianya sebaya Tania dengan beda 3 tahun selalu menjadi adik yang manis dan selalu menyemangati nya.
"Iya, berhenti lah meledek Ale, rumah ini jadi tidak cocok untuk anak dibawah umur." Ujar Maya sambil tertawa.
"Kak Ale, mau kusiapkan tiram untuk kak Ricky? Supaya kuat malam ini." Ujar Citra lagi yang tak bisa berhenti meledek Alessa. Meskipun bukan kakak kandungnya, namun Citra sangat menyayangi Alessa.
"Sudahlah, kasihan Ale yang diledek terus tapi aku sangat suka dengan topik ini." Ujar Maya lagi sambil tertawa yang langsung diikuti oleh semua orang.
"Kak Ale, apa kado tahun ini? Aku ingin lihat." Ujar Citra dengan mode manisnya.
Alih-alih Alessa, malah Tania yang menjawab pertanyaan Citra "Kak Rick sudah menyiapkan sejak lama. Bulan madu selama 10 hari. Keponakan kita mungkin akan jadi cowok LA atau cewek Paris."
Mendengar perkataan Tania, Citra pun menghampiri Alessa dengan rasa khawatir " Benarkah kak? Namun kalau Kak Ricky masih terus menjadi Playboy begitu...."
Belum siap Citra bicara, Indri yang berada disamping Citra menyumpelkan makanan secara paksa ke mulut Citra " Cobalah ini. Makan yang banyak."
"Cukup, cukup kak." Ujar Citra kepada Indri dan Maya yang terus-menerus menyumpelkan makanan ke mulutnya.
"Ini semua demi kakak." Ujar Citra khawatir pada Alessa yang mempunyai suami playboy seperti Ricky.
"Aku sudah bersiap untuk mengandung." Ujar Alessa pada semua orang yang langsung disambut antusias oleh semua orang kecuali Citra yang tidak setuju Alessa buru-buru hamil.
Tania yang ingin mengubah topik pembicaraan berkata bahwa ada kalung berlian di buket bunga yang barusan diterima Alessa. Tania pun mengambil buket bunganya dan menyerahkan nya pada Alessa, tak lupa pula Tania memuji betapa indah buket bunga itu.
Alessa pun melihat buket bunga yang diberikan oleh suami playboy nya memang terlihat sangat indah ditambah dengan kalung berlian yang tak kalah indahnya diantara bunga-bunga itu.
Alessa pun tersenyum manis, meskipun sudah beberapa kali menghianati nya namun Alessa masih mencintai Ricky yang sudah 5 tahun hidup bersamanya.
Suasana rumah pun dipenuhi dengan kebahagiaan dan canda tawa sebelum semuanya hancur akibat telpon dari orang yang selalu iri dengan Alessa.
Telpon Alessa pun berbunyi. Mendapat panggilan dari nomor yang tak dikenal tak membuat Alessa mengabaikan panggilan itu. Alessa pun menjawab telponnya.
"Halo?"
"Halo Kak Ale. Selamat hari ulang tahun pernikahan kelima tahun."
"Amanda? Bagaimana kamu bisa tahu?"
"Aku tidak ingin membuatmu malu. Di hari ulang tahun pernikahan malah tanpa keberadaan sang suami. Sungguh kasihan sekali."
"Apa maksud perkataanmu? Amanda? Amanda?"
Amanda pun langsung menutup panggilan telepon nya dengan senyum puas terpancar di bibirnya.
Alessa pun mengecek sosmed Amanda lalu melihat buket bunga dan kalung berlian yang sama seperti yang dipegangnya sekarang.
Emosi Alessa langsung memuncak, Alessa bersama buket bunga yang diberikan Ricky, bergegas pergi untuk menyusul sang suami yang sedang bersama dengan wanita simpanannya.
Alessa tak lupa memanggil Hanif yang sedang makan untuk mengantarkan nya dengan sepeda motornya karena kalau menggunakan mobil pasti akan lama karena terjebak macet.
Dengan laju kencang, Hanif pun memacu sepeda motornya untuk mengantar bosnya menggerebek suaminya. Tak lupa Alessa menggenggam erat buket bunga seperti melampiaskan amarahnya pada sang suami playboy yang tidak bisa berubah.
Sesampainya di depan Restoran tempat Ricky dan Amanda bersama sekarang, Ratna, adik kandung Ricky sudah berada di depan restoran menunggu kedatangan Alessa.
Meskipun hanya kakak ipar, Ratna sangat menyayangi Alessa dan selalu berpihak pada Alessa apa pun yang terjadi.
"Rat, kakak sudah membiarkan kakakmu bertahun-tahun. Karena kakak berharap kakakmu bisa berubah. Karena kakak masih mencintainya makanya kakak berharap kakakmu bisa berubah tapi ini adalah pertama kalinya wanita simpanannya berani menghubungi kakak untuk mempermalukan kakak secara terang-terangan. Kakak tidak akan membiarkannya jadi jangan hentikan kakak." Ujar Alessa yang sudah emosi.
Ratna pun menjawab dengan nada lembut "Aku datang bukan untuk menghentikan kakak. Aku datang untuk mengantarkan kakak ketempat Kak Ricky dan wanita simpanannya berada sekarang. Apapun yang terjadi, aku akan selalu mendukung kakak."
Di dalam restoran, Ricky dan Amanda sedang bermesraan ibarat pasangan romantis pada umumnya. Alessa yang melihat Ricky hendak mencium pipi Amanda merasa sangat marah, Alessa langsung melempar Ricky dengan buket bunga yang ada ditangannya.
Lemparan Alessa tepat sasaran mengenai wajah Ricky yang membuat Ricky dan juga Amanda beserta Ratna, Tania, Indri, Maya dan Citra yang baru sampai merasa sangat terkejut.
Ricky pun segera mengedarkan pandangannya mencari siapa orang kurang ajar yang berani melempar wajahnya dengan bunga.
Ricky terkejut bukan kepalang melihat Alessa berdiri tak jauh darinya, sedang melihatnya dengan tatapan penuh amarah.
Ricky dengan cemas langsung menghampiri Alessa dan bertanya bagaimana bisa Alessa berada disini.
"Ale, bagaimana kamu bisa berada disini? Ratna yang memberitahumu ya?" Tanya Ricky dengan nada marah.
Bukannya merasa bersalah karena ketahuan berduaan bersama wanita lain, Ricky malah marah sekaligus penasaran bagaimana Alessa bisa tahu Ricky berada disini.
Melihat Ratna yang berada disamping para sahabat Alessa membuat Ricky menunduh Ratna yang memberitahukan bahwa Ricky sedang bersama Amanda sekarang.
Alessa pun membantah tuduhan Ricky yang menuduh Ratna yang memberitahunya.
Dengan penuh amarah, Alessa menunjuk Amanda yang sedang duduk santai sambil berkata "Dia.... Dia yang menelponku dan memberitahukan padaku kalau dia sedang bersamamu sekarang."