Ricky pun segera menatap marah Amanda yang terlihat santai dan tidak merasa bersalah sama sekali. Malah terlihat ekspresi puas diwajahnya karena berhasil memanas-manasi Alessa.
"Suamiku sedang selingkuh. Lalu wanita selingkuhannya yang tidak tahu malu ini menelponku untuk memberitahukan ku. Berani sekali wanita tak tau malu ini mengumumkan perselingkuhannya." Teriak Alessa marah yang mengundang perhatian pengunjung restoran tersebut.
Melihat dirinya menjadi pusat perhatian karena suara Alessa yang keras membuat Ricky marah dan menyuruh Alessa pulang. Mereka akan membicarakan masalah ini di rumah saja.
Ratna dan para sahabat Alessa tercengang mendengar perkataan Ricky, sedang kan Amanda tersenyum puas karena berpikir kalau Ricky sedang membelanya.
"Bukannya merasa malu kepergok sedang menyelingkuhi istrimu tapi kau malah marah dan menyuruhku pergi? Seharusnya kau malu berselingkuh dengan w************n sepertinya." Ujar Alessa dengan penuh amarah sembari menunjuk Amanda yang terlihat santai.
Mendengar perkataan Alessa membuat Amanda tersenyum lalu merangkul lengan Ricky dan berkata dengan tak tau malu "Kalau aku w************n, berarti kau juga w************n. Karena kita berdua sama sama dicintai kak Ricky. Tapi aku lebih special makanya dia bisa meninggalkanmu, istrinya di hari ulang tahun pernikahan kalian dan datang mencariku."
Mendengar ucapan Amanda yang tak tau malu, Indri pun geram dan ikut bicara "Berhentilah bersikap tak tau malu. Kau hanyalah seorang wanita yang menjual tubuhmu. Wanita tak tau malu sepertimu hanya bisa menipu pria bodoh yang suka dengan tubuhmu yang kotor itu."
Ricky yang merasa tersindir dengan ucapan Indri marah besar "Cukup. Ale, bawa temanmu pulang sebelum mereka menggila." Ujar Ricky marah.
"Yang gila itu kau. Bagaimana kau bisa sanggup menyelingkuhiku dengan wanita sepertinya? Dia merayu semua pria yang dilihatnya. Semua orang di Indonesia ini juga tau itu. Tidak ada tempat pelampiasan lain lagi ya? Makanya mencari kendaraan umum yang sudah dinaiki oleh banyak orang seperti dia?" Ujar Alessa sambil menatap tajam Amanda.
Mendengar perkataan Alessa membuat Indri kembeli menyindir Ricky " Pasti sangat kelaparan ya?"
Citra pun ikut berkomentar "Tak tahan lagi ya?"
Melihat orang-orang memvideokan pertengkaran antara kakaknya dan kakak iparnya membuat Ratna yang seorang pengacara mengambil tindakan.
"Permisi. Memotret dan memvideo diam-diam tanpa persetujuan bisa didenda dan dipenjara. Kalau terus ingin melakukannya, silahkan saja. Karena disini ada CCTV jadi saya punya buktinya. Dan yang paling penting, saya adalah ketua firma hukum Indrawan & Co. Saya pasti akan menuntut kalian habis-habisan jika video nya tersebar." Ujar Ratna dengan nada menakutkan yang membuat 3 pengunjung yang tadi memvideo dan memotret pertengkaran kakaknya mejadi diam dan menghapusnya.
"Belum bisa diam? Masih belum berhenti juga? Baiklah. Aku yang waras akan pergi." Ujar Ricky marah pada Alessa dan sahabatnya.
"Amanda, ayo pulang." Ujar Ricky sambil menggandeng tangan Amanda hendak pergi meninggalkan Alessa yang terlihat sangat marah.
Alessa pun segera menghentikan Ricky dengan menarik tangannya "Hei, mau kemana kau?" Tanya Alessa yang sangat marah sambil mencengkram kuat lengan Ricky.
"Kak Ricky lebih memilih w************n itu daripada Kak Ale kah?" Tanya Tania pada kakak ipar tirinya yang hendak pergi membawa simpanannya.
"Aku hanya ingin menghentikan pertengkaran ini." Ujar Ricky sambil menghempaskan tangan Alessa.
"Kalau kau pergi dengannya, kita akan berakhir." Teriak Alessa.
Amanda dengan tak tahunya langsung merangkul lengan Ricky sambil tersenyum lalu berkata "Suamiku sangat pandai memilih. Makanya dia memilih untuk bersamaku. Bukannya memilih untuk merayakan hari ulangtahun pernikahan denganmu."
"Beraninya kau memanggil Ricky suami? Suami apaan? Suami b******n? Atau suami k*****t?" Teriak Alessa marah.
Mendengar teriakan Alessa pun membuat Ricky ikut berteriak "Cukup. Cukup. Kumohon padamu. Pulanglah dulu, bisakah? Kusuruh kau pulang sekarang."
Mendengar teriakkan Ricky yang menyuruhnya pulang membuat Alessa kembali berteriak "Ric, tahukah kau maksud ucapanmu? Kau ingin kita benar-benar berakhir?".
Citra pun ikut berteriak mendengar Ricky menyuruh kakak tersayang nya pergi "Dasar b******n!!"
Mendengar teriakkan Citra membuat Ricky semakin emosi "Cit, apa katamu barusan?" Tanya Ricky sambil menatap marah Citra. Citra pun kembali menatap tajam Ricky "Semua pria sama saja. Mengira dengan menikahi wanita sudah bisa menguasainya? Lalu berselingkuh sembarangan diluar sana dan bersikap seperti b******n begini?"
"Barang rongsokan memang begitu. Bagaimana bisa menandingi yang masih segar dan manis? Istri di era 4G memang sudah seharusnya begitu." Ujar Amanda santai sambil memeluk Ricky.
"Ohhh manis dan segar? Bukannya busuk dan bau?" Sindir Indri pada Amanda.
Amanda dengan santainya membalas sindiran Indri "Memangnya kenapa, bibi?". Mendengar sindiran Amanda membuat darah Indri mendidih.
"Kalau suami sedang kesulitan, sudah seharusnya ada tempat bernaung. Dan tempat barnaung Kak Ricky adalah aku. Kau tidak ada apa-apa dibanding aku." Ujar Amanda menghina Alessa.
"Dasar wanita tak tau malu." Teriak Alessa sambil berjalan hendak menghajar Amanda, tapi Ricky tidak menghalanginya. Alessa yang terus berusaha menghajar Amanda namun dihalangi Ricky membuat Amanda tersenyum dan......... Plaakkkkk, tamparan keras mendarat di wajah Alessa.
Yah, Amanda menampar wajah Alessa yang membuat semua orang terkejut sekaligus geram termasuk Ricky yang diam lalu melepaskan Alessa.
Alessa pun meledak.
Plaakkkkk, tamparan keras mendarat di wajah Ricky yang membuatnya jatuh.
Yah, Alessa langsung menampar Ricky yang berusaha menghalang-halangi nya untuk melindungi Amanda sehingga membuat Amanda bisa dengan mudahnya menampar Alessa.
Insiden tampar-tamparan pun dimulai.
Amanda menampar Alessa, lalu Alessa menampar Ricky. Tak lupa pula Alessa berbalik dan Plaaakkkkk, Alessa juga menampar Amanda hingga tersungkur lalu menarik rambutnya dan berusaha menyeret Amanda.
Namun lagi-lagi Ricky mencoba menghentikan Amanda, Ricky menarik Amanda dari cengkeraman Alessa sehingga membuat pertarungan menjadi 2 lawan 1. Dengan bantuan Ricky, dengan mudahnya Amanda terlepas dari cengkraman Alessa dan mendorong Alessa. Untung saya Alessa didorong kearah para sahabatnya yang membuat para sahabatnya serentak menangkap Alessa agar Alessa tidak terjatuh.
Amanda pun dengan marah berjalan kearah Alessa namun Alessa langsung menendang perutnya dengan hells 7cm nya. Amanda pun terdorong kebelakang sambil berteriak kesakitan. Ricky yang melihat Amanda terdorong langsung menangkap Amanda agar tidak jatuh terjungkir.
Melihat Amanda yang masih di dekapan Ricky karna Ricky yang tadi menangkapnya agar tidak terjatuh, membuat Tania kesal dan melemparkan sayur panas didekatnya kepada Amanda.
Amanda pun berteriak, darahnya mendidih lalu melawan Tania, Tania yang kalah kuat langsung diseret Amanda kearah mejanya.
Amanda hendak menempalkan wajah Tania ke spaghetti panas yang belum sempat dimakannya tadi.
Alessa yang melihatnya pun segera berlari untuk menyelamatkan adiknya. Alessa menarik tangan Amanda menjauh dari Tania, menampar nya lagi lalu mendorong nya ke meja tepat didepan spaghetti panas yang tadi ingin ditempelkan ke wajah Tania.
Alessa langsung menarik rambutnya lalu mendorong kepala Amanda ke spaghetti panas tadi. Amanda berusaha melawan tapi Alessa lebih kuat. Setelah percobaan pertama gagal, kedua gagal, akhirnya percobaan ketiga berhasil.
Amanda berhasil terlepas dari Alessa. Amanda pun berteriak karena wajahnya panas dan sakit akibat ditempel spaghetti panas tadi.
Amanda yang sudah terlihat kacau karena saus spaghetti yang berlumuran di wajahnya sangat marah dan menendang perut Alessa dengan sekuat tenaga yang membuat Alessa tersungkur dan berteriak kesakitan.
Amanda berusaha menuangkan sup panas ke Alessa yang sedang tersungkur namun berhasil digagalkan oleh Tania yang membuat sup panasnya mengenai Amanda sendiri.
Amanda yang semakin marah langsung menyerang Tania dengan tamparan bertubi-tubi. Plaakkkkk sekali, plaakkkkk dua kali, plaakkkkk tiga kali.
Alessa yang melihat adiknya ditampar bertubi-tubi merasa kalut dan mengambil garpu yang beradu disampingnya.
Alessa pun berdiri sambil memanggil nama Amanda marah dengan garpu di tangannya.
Melihat Alessa yang sudah didekatnya dengan garpu ditangannya membuat Amanda berteriak takut.
Alessa yang sudah mengangkat tangannya hendak menusuk wajah Amanda gagal, karena seorang pria yang menarik nya ke pelukannya agar Alessa tidak berbuat hal yang bisa membuatnya dituntut atas penyerangan.
Karena lelaki itu menghalangi Alessa dan menariknya ke pelukannya membuat garpu yang dipegang Alessa secara tidak sengaja menusuk perut lelaki itu.
Alessa terkejut karena garpu itu mengenai perut lelaki itu namun Alessa lebih terkejut lagi melihat wajah pria yang menyelamatkan nya, wajah itu, wajah yang sangat tak asing bagi Alessa.