Seorang pria dengan setelan kemeja putih dengan berbalut jas berwarna navy baru saja turun dari dalam mobil Mercedes Benz CLS-Class berwarna Silver, setelah memarkirkan mobilnya dengan rapih di basemant khusus petinggi kantor ini.
Pria itu berjalan masuk ke dalam gedung menuju lift tak lupa di tangannya yang membawa paperbag, saat sudah di depan lift dia menekan tombol agar pintu lift terbuka, setelah nya pria itu pun masuk dan menekan angka 7 disana, secara otomatis pintu lift pun tertutup dan mulai berjalan naik ke atas menuju lantai yang dituju.
Lift pun berhenti setelah sampai di lantai 7, dan pintu nya terbuka secara otomatis dia pun keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan nya. Ruangan yang sudah seminggu ini dia tinggal kan, pria itupun mendudukan dirinya di atas kursi putar dan menyimpan paperbag yang dia bawa di atas meja kerja nya
Pria tampan itu menatap lekat-lekat paperbag di atas meja kerja nya, terlintas lah wajah wanita yang sudah menyiap kan dan menyuruh nya untuk membawa paperbag ini, satu sudut bibirnya terangkat tanpa dia sadari, sampai suara seseorang mengintrupsi nya dan menyadarkan nya dari lamunan.
"Ngelamun aja lo, mentang-mentang udah ngalamin" celetuk seseorang seraya mengetuk ketukan tangannya di atas meja
"Ketuk pintu dulu kalau mau masuk ruangan orang tuh" ketus Bian karena merasa terkejut dengan kedatangan seseorang di depannya ini
"Begini ya Bapak Wakil Dirut, dari tadi saya sudah ketuk itu pintu.." ucap nya dengan telunjuk yang menunjuk ke arah pintu "..cuman orang yang ada di dalam ruangan ini nggak nyaut, makan nya saya masuk kalau saya nggak masuk Bapak pasti masih ngelamun" ujar Rival Sekertaris sekaligus sahabat Abian
"Mau ngapain?"
"Mau godain pengantin baru, yang abis ngelamunin kenangan semalam yah" godanya lagi
"Berisik, gue potong gaji lo 50%"
"Tega amat sama teman sendiri" melas Rival
"Ya udah mau ngapain?"
"Ini berkas-berkas kerjasama antara Gajendra Corp yang harus lo periksa, soal nya nanti siang kita akan ketemuan sama Dirut nya"
"Pak Dimas?" tanya Abian seraya membuka berkas yang di berikan Rival
"Bukan, dia udah nyerahin semua urusan perusahaan sama anak nya Bapak Arka Alfahri Gajendra"
"Oh, oke gue periksa dulu, jam berapa pertemuan nya?"
"Habis makan siang"
"Dimana?"
"Maheswari Caffe" Abian pun mengangguk kan kepalanya, lalu kembali fokus memeriksa berkas-berkas di hadapan nya
"Ngapain masih disini?" tanya Abian saat melihat sahabatnya itu masih berdiri di depan meja kerja nya dengan seulas senyuman menggelikan nya
"Tiap malem dapet berapa ronde?" tanyanya
"Rival, nggak gue cairin gaji lu dua bulan" gertak Abian
Dengan cepat Rival pun membalikan tubuh nya lalu berjalan keluar meninggal kan kandang singa, Abian menarik nafasnya lalu menutup matanya sejenak, pertanyaan yang Rival lontarkan tadi membuat nya pusing sendiri dia pun kembali memeriksa berkas kerjasama yang dibawakan Rival.
***
Abian sedang memakan bekal yang tadi dia bawa, memakan nya dengan lahap mungkin sekarang masakan Adel akan menjadi makanan favorit nya, dia sangat menyukai masakan Adel rasanya mengalah kan masakan restoran berbintang
Ruangan ini sudah di penuhi dengan aroma makanan membuat siapa pun yang mencium nya akan merasakan lapar.
Tok.. tok..
"Masuk" titah Bian
Saat Rival memasuki ruangan Abian dia menajamkan penciumannya, mengenduskan hidungnya "Emm wangi" gumamnya lalu berjalan mendekati meja Abian
"Wih, sekarang mah ada yang sediain bekal, boleh kali nyicip" ucap Rival dengan tangan yang akan mencomot makanan di hadapan nya, dengan cepat Bian menepuk tangan Rival lalu memberikan tatapan tajam nya
"Ya ellah pelit banget Bi"
"Beli sana di kantin"
"Hm" dan Rival pun memilih duduk diatas sofa yang berada di ruangan Abian sambil mempelajari berkas kerjasama yang akan dilakukan antara Gejendra Corp dan perusahaan Wijaya milik keluarga Abian sembari menunggu Abian selesai makan siang nya.
"Ayo berangkat" ucap Bian setelah selesai dengan makan siang nya lalu beranjak dari duduk nya, dengan sigap Rival pun mengangguk merapihkan berkas-berkas nya ke dalam map, lalu berjalan keluar menuju basemant
Mereka berdua masuk kedalam mobil sedan silver, dengan Rival duduk di kursi kemudi dan Bian duduk di kursi penumpang. Rival menancap gas, mobil pun melaju membelah jalanan kota yang sedikit padat.
"Pak Arka sudah sampai sana Val?" tanya Bian
"Tadi sih masih di jalan, asisten nya yang ngabarin" Abian pun lantas memgangguk
Setelah beberapa menit di perjalanan, mereka sudah sampai di pelantara parikir Maheswari Cafe dengan rapih dan apik Rival memarkir kan mobil silver itu di samping mobil Honda Civic Merah
Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan menuju tempat yang sudah di reservasi oleh Arka.
"Selamat siang Pak Arka, maaf menunggu lama" sapa Abian begitu sudah berada di depan Arka dengan tangan yang dia ulurkan
Arka pun berdiri menyambut uluran tangan Abian "Ah tidak apa-apa Pak, maklum sekarang macet di mana-mana" ucap Arka
"Silahkan duduk Pak Abian, Pak Rival" ucap Arka mempersilah kan
Abian dan Rival pun mengangguk lalu mereka mendudukan diri di kursi yang sudah tersedia
"Mau pesan apa Pak Bian?" tanya Dino Asisten Arka
"Mochacino dingin saja"
"Untuk Pak Rival?" tanya Dino kepada Rival
"Sama kan saja" Dino pun mengangguk lalu memanggil waiters untuk memesan pesanan nya, setelah pesenan mereka di catat dan waiters itu pergi mereka memulai percakapan nya.
"Selamat atas pernikahan nya Pak Bian, mohon maaf saya tidak bisa hadir karena sedang ada urusan di luar kemarin" sesal Arka
"Tidak apa-apa Pak, doa nya saja, kalau begitu kita mulai saja pembahasan tentang kerjasama nya" ucap Bian mengalih kan topik pembicaraan soal pernikahan nya.
"Baik kalau begitu" jawab Arka sedikit tak enak pada Abian, lalu Dino pun menyerah kan beberapa berkas di dalam map kepada Abian begitu pun dengan Rival dia menyerah kan berkas-berkas perusahaan untuk di pahami oleh Arka
Waiters pun datang membawakan pesanan mereka, menyimpan nya sedikit jauh dari berkas-berkas yang berada di atas meja.
"Selamat menikmati" ucap sang Waiters lalu pergi meninggalkan meja yang di isi oleh para pria tampan itu
Mereka sibuk dengan berkas di hadapan nya masing-masing, fokus pada setiap poin yang tertera disana, sampai mereka mengerti dan kerjasama pun akan segera dilakukan
"Baik kalau begitu nanti sekertaris saya akan kirim beberapa berkas kerjasamanya via email Pak" ucap Arka
"Baiklah, semoga kerjasama kita terjalin dengan baik ke depan nya" ucap Bian dengan seulas senyum
**
"Lo ngidam yah Del, aneh-aneh aja si heran!" oceh Putri
"Masa tiap mau apa-apa harus di kaitkan sama ngidam mulu si heran!" sahut Adel, dia mengajak Putri makan Bakso yang biasa mangkal di pinggir jalan dengan gerobak nya.
"Lagian aneh-aneh aja, panas Del ya Allah tengah hari loh ini, masa iya harus makan di pinggir jalan" kesal nya
"Itu sensasi nya Put" Putri memutar bola matanya jengah dengan kemauan sahabatnya kali ini, mereka pun menuruni anak tangga dengan wajah malas Putri dan sumringah Adel
Dari jauh seorang Pria tengah menatap Intens Adel yang sedang menuruni anak tangga, dia pun berdiri lalu memanggil Adel ketika sudah hampir dekat dengan meja nya.
"Adel" panggil seorang Pria
Adel pun menoleh lalu menatap Pria yang memanggil nya dengan tatapan yang berbinar dan raut wajah yang terlihat bahagia.