Jangan lupa tap love my reader's
Check channel ErenKa Studio juga yah..
====
Hari-hari semakin berlalu hingga masa-masa mendekati bulan try out untuk kakak kelas XII.
Pertanda sekarang sudah memasuki pertengahan semester genap. Guru-guru di Sekolah semakin sibuk mempersiapkan kakak kelas.
Bahkan sudah 3 bulan berlalu teka-teki pada Metta pun belum terjawab. Namun hubungan Abel dengan BG tidak terganggu sedikitpun.
"Selamat pagi teman-teman semuaa, semoga hari ini jamkos lagi yahh. Aminkan yukk." ceplos Kevin setelah memasuki kelasnya.
"Amiiiinnn." kompak siswa yang sudah ada di dalam kelas.
"Berisik loe Toa." celetuk Metta pada Kevin.
"Kalau jamkos loe juga seneng kan, Ehh tumben Abel jam seginu belum kelihatan." sahut Kevin
"Lhaa iya baru nyadar gue." jawab Dekka dan membuat yang lainnya pun tengah menoleh kearah tempat duduk Abel.
"Bos loe gak penisirin gitu, dimana Abel." tanya Kevin
Tanpa menjawab celotehan Kevin BG segera mangambil ponselnya dan terlihat seperti menelphon.
Semua kini tengah memandang sang BG.
"Gak diangkat, Dekka coba deh." ucap BG, Dekka mengangguk dan segera mencoba menghubungi Abel, namun tetap sama.
"haduuhh kurang 3 menit lagi masuk nihh, kemana sih Abel." sahut Cindy sedikit cemas.
"Loe kemarin gak kontakan sama dia Gas."Tanya Riki
"Chatan doang, dan enggak mencurigakan." jawab BG yang masih terus menghubunginya.
Sementara itu dilain posisi nampak Abel sedang bersama ayahnya sedang menuju sekolahnya.
"Abel udah telat ayah, aku langsung masuk yaa."
"Hati-hati ya nak, tapi gapapa kan telat dikit.?" jawab ayahnya
"Hemm inshalloh gapapa ayah baru 7 menit, paling disuruh lari Abel gak masalah."
"Iyaa udah dah sana." pamit Abel tak lupa mencium tangan ayahnya.
Setelah melihat kendaraan ayahnya sudah menjauh, bergegas Abel menyeberangi jalan menuju gerbang sekolahnya.
Terlihat gerbang akan ditutup Abel berlari tergesa-gesa, nampaknya Abel tidak memperhatikan ada kendaraan yang akan memasuki halaman sekolah.
Ciiiiiit
Braakk
Bruukk
Ahhhh....
Teriakan Abel terdengar hingga membuat beberapa orang segera menghampirinya.
"Aduhhh maaf yah pak saya nggak lihat, saya terburu-buru tadi." ucap Abel pada orang yang menabraknya.
"Mbaknya gapapa kan, Aduhh berdarah semua itu tangan sama kakinya." kata pak Abdul sopir salah satu guru disekolahnya.
Terlihat Abel sedikit merintih kesakitan memaksa untuk berdiri.
"Hemmb, gak papa kok pak hanya lecet sedikit, Maaf yah pak mobilnya enggak lecet kan."
"Ya ampun mbak, yang harus dikhawatirkan itu mbaknya ini ayo saya antar ke UKS." ucap pak satpam.
"Ehh Abel kamu kenapa." sapa seseorang pada Abel.
Abel menoleh kearah suara itu, tapi tiba-tiba pandangan Abel memburam, tubuhnya merosot kebawah.
"Ehhh ya ampun mas Rendi tolong ini panggilkan petugas UKS." ucap pak satpam.
"Biar saya yang bawa pak."
"Iyaa yasudah makasih ya mas, hati-hati." sahut pak Abdul.
"Sini biar saya bantu bawa tasnya mas." celetuk pak satpam.
"Okay pak."
Setibanya di UKS Abel segera ditidurkan dan ditangani oleh petugas UKS.
"Terima kasih yah kak udah membantu bisa ditinggal saja biar kami yang menangani." ucap Vina petugas UKS.
"Ehhmm iyaa aku titip yah."
"Ini kenapa Abel tiba-tiba pingsan dan luka-luka kak." tanya salah satu petugas UKS.
"Ituu mbak tadi mbaknya gak sengaja keserempet mobil." jawab pak satpam.
"Astaga, yasudah iya pak terima kasih yah pak satpam, ehm kak Rendi."
Rendi mengangguk dan meninggalkan ruangan.
*
*
Setelah memberikan perawatan pada Abel, Vina petugas UKS yang tidak lain teman sekelas Abel menghubungi Dekka untuk memberitahukan kondisi Abel.
Drtrtrttt
"**********"
"Hahhh, gimana Vin.."
"*********"
"Ya ampunn, kecelakaan dimana, trus sekarang dia ada dimana."
"*********"
"Ok gue meluncur."
tutututtttttt
"Gas ikut gue bentar." ucap Dekka sambil mengkode. Abel. bisiknya lirih
BG mengangguk paham mereka berdua ijin kepada guru yang tengah mengajar.
"Permisi Bu, saya sama Bagas ijin keruangan pak Herman." ucap Dekka
"Iyaa silahkan."
"Terima kasih bu."
Teman-teman dikelasnya tengah berbisik-bisik tak dihiraukan oleh mereka. Bahkan Metta dan Cindy pun cengo belum melihatnya.
"Ada apa Dekk." tanya BG
"Nanti lihat dulu, gue juga gak tahu pasti."
Mereka berdua sedikit berlari ke tempat yang dituju.
"Ya alloh Abel, kenapa bisa begini." celetuk Dekka sambil menutup mulutnya.
Melihat sahabatnya terbaring dibrankar UKS.
"Dekk, Bagas jangan berisik, Dia masih belum sadar." ceplos Vina.
"Hehh loe pikir ini hutan apa." balas petugas UKS lainnya.
"Ini kok bisa kayak gini Vin, udah berapa lama pingsan." tanya BG.
"Sudah hampir sejam nih, kata pak satpam keserempet mobil di gerbang. Ini juga udah gue telphone perawat UKS masih meluncur kesini."jelas Vina
"Bell mana yang sakit, bilang sama aku."ucap BG sambil mengelus kepala Abel.
"Udah lapor bu Windy juga PJ UKS tadi gue, beliau masih ngajar."lanjut Vina
"Eunggghh."
Terdengar lenguhan dari bibir cantik Abel yang tengah tersadar.
"Bell, alhamdulillah."
"Syukurlah."
Bagaskara pun sudah menggenggam tangannya.
"Masih pusing, jangan bangun dulu Bell." seloroh Vina
"Apanya yang sakit."tanya BG.
"Enggak tau."jawab Abel
"Lhaaa gimana sih ni bocah." sahut Dekka.
"Iyaa semuanya kerasa ngilu Dekk, aku bingung mau jawab sakit apa enggak."
"Sudah maem belum."tanya BG
"Sarapan dulu Bell nih gue kasih obat."potong Vina
"Gue beliin makan dulu ya Bell."
"Gue aja Dekk loe tungguin disini."cegah BG pada Dekka.
"Okay deh, Pak boss nitip dong." potong Vina, BG mengangguk.
10 menit kemudian dia kembali membawa makanan, Dekka mengambil alih dan segera menyuapi dan segera memberikan obat pada Abel.
"Gas loe sama Dekka balik aja biar Abel sama gue, entar anak2 curiga."
"Hemm,". jawab BG pada ucapan Vina.
"Aku ke kelas dulu, kalau ada apa-apa telp aja." pamitnya pada Abel.
"Nanti istirahat gue kesini Bell." sahut Dekka.
"Iyaa."
Setelahnya Abel terlelap efek meminum obat, belum lama tertidur tiba-tiba ada yang masuk dan berteriak.
"Heyy cewek sialan, bangun loe jangan pura-pura. Pakek segala pura-pura sakit sampai digendong Rendi, seneng loe gendong-gendongan. bangun loe cewek kecentilan." gebrak Karina memasuki UKS
"Heyy kak tolong dong ini UKS jangan ribut, Abel juga baru tertidur kena obat."
"Alaaahh dia itu bohongan sakitnya."
"Bohongan gimana sihh kak orang kita semua yang ngerawat lukanya." jawab Vina
"Ya tuhan aku gak sanggup...Hoeekkk."
Byuurrr
"Huaaahhhhh"
"Mampuss syukurin orang sakit juga pake dibangunin paksa, mamam tuhh muntahan." celetuk Vina
"Ihhhh jijik gue." teriak Karina langsung lari terbirit-b***t keluar UKS karena dia terkena muntahan Abel.
"Vin, kepala gue pusing banget."
"Ehh iyaa Bell sebentar gue lapor bu Windy dulu yah, ehh sana loe cari bu Windy gue bersihin muntahan Abel." jawab Vina panik.
Tak lama bu Windy datang dan melihat kondisi Abel yang semakin pucat pun ikut panik.
"Bawa ke klinik terdekat aja takut cedera kepala ini." Celetuk Bu Windy.
"Iya bu saya panggil bantuan dulu."
Saat Vina tengah mencari bantuan bertepatan dengan bel istirahat berbunyi.
"Gas, Abel harus dibawa ke klinik bantuin gue, bukan saatnya bertanya." kata Vina dengan tergopoh-gopoh menghampiri BG dan segera memotong melihat temannya akan bersuara.
"Ehh ada apa ini."tanya Dekka
"Entar gue telp Dekk."
"Okay hati-hati."
"Ada apa sih Dekk, kok heboh banget."tanya Metta padanya
"Hemmmb, Abel kecelakaan didepan gerbang sekolah mungkin ini mau dibawa ke klinik atau enggak rumah sakit."
"Hahhh separah itu Dekk."tanya Riki
"Iyaah gue lihat Abel sepucat kertas, banyak luka-luka, cerita detailnya gue belum jelas. ngeliat Abel merem doang kayak nahan sakit gak tega nanya gue." jelas Dekka
"Nanti pulang kita jengukin yahh Dekk, gue khawatir nih." sahut Cindy
"Iyaa nanti bareng2 yahh Rik."
Riki mengangguk setuju pada inisiatif teman-temannya.
°°••
°°••
Sesampainya di UGD BG, Vina dan bu Windy menunggui Abel selesai diperiksa, tak lama dokter keluar dan menjelaskan kondisi Abel.
"Keluarga Saudari Arabella"
"Saya gurunya dok, bagaimana kondisinya."
" Tidak apa-apa, pasien hanya syok hipotensi, kemungkinan disebabkan pergerakan yang tiba-tiba dari tiduran langsung berdiri yang menyebabkan nyeri kepala mendadak.
"iyaa tadi dia lagi tidur bu, trus dibangunin sama...."jawab Vina terpotong saat melihat ke arah Abel yang menggelengkan kepalanya.
BG yang melihatnya pun menrasa ada sesuatu yang terjadi sebelumnya, dan dia menuntut penjelasan pada Vina.
" Yasudah gak papa Arabella bisa dibawa pulang setelah habis infusannya, nanti saya kasih resep untuk obat pulang dan surat sakit." lanjut sang dokter.
"Baik terima kasih dok." jawab bu Windy
"Bagas sama Vina tolong tungguin Arabella dulu Ibu mau nebus obat sama mengurus administrasi, tapi ibu harus balik ke sekolah gapapa yahh."
"Iyaa bu biar kita jagain Abel nanti Bagas yang antar pulang."Jawab BG
Selepas kepergian bu Windy BG menghubungi Sahabatnya.
"Hallo Rik bawain tas gue ke rumah Abel pulang sekolah, sekalian tas Vina sama barang Abel di UKS."
"Beres, kondisi Abel gimana Gas. Rencana gue sama anak-anak mau jengukin."
"Udah mendingan kok habis infus sudah bisa pulang, iyaa nanti langsung kerumah Abel aja."
"Okee Gas bay."
^^^^^^^
^^^^^^^
Sampai detik ini aku bingung
Kenapa kamu selalu menutupi keburukan orang lain.
Mungkin sebaik itu hatimu membiarkan orang lain terlindungi, sedangkan dirimu tersakiti.
Bagaskara