Keputusan 2

1185 Kata
Pengumuman!!!!!!! Jangan lupa mampir di Youtube ErenKa Studio yah guys karena cerita versi visual akan segera tayang. Klik tombol subscribe dan lonceng juga yah. Bagi yang belum Tap Love buruan pencet ♥ dan komentnya.. ************** ************** Sementara itu dilain tempat Daffa yang akan menuju kelasnya, setelah mengadakan rapat dadakan pada anggota inti OSIS. * Flashback Daffa: Sorry ya guys gue minta waktu kalian sebentar, Jadi gini karena Arabella dari kelas X-4 menolak privilege dari dewan guru untuk masuk anggota OSIS, berarti kini slot 1 anggota masih kosong. Mungkin dari temen-temen ada yang punya ide kita harus penjaringan ulang hanya untuk 1 nama atau gimana nih. Sierly: Apapun keputusan elo mana yang terbaik deh Daf, secara kita udah gak punya banyak waktu nih. Senin depan udah libur, setelah itu akan ada Bimtek (Bimbingan Teknis), dan semua itu udah terjadwal lho. Daffa: ya makanya gue kumpulin kalian, biar kita satu wadah dalam pemikiran. Gue gak mau main ambil keputusan tanpa disetujui anggota gue. Maya: Kita-kita sih bagaimana elo aja Daff, yang penting keputusan yang elo ambil bisa dipertanggung jawabkan. Ya bagaimanapun juga nanti periode selanjutnya baik buruknya prestasi mereka tergantung dari didikan kita. Daffa: Kalau gitu monitor daftar calon Ketua dan Wakil OSIS. Rendi: Sudah ada yang mengajukan diri belum Sier. Sierly: bahkan kita belum umumin lho Daff kalau elo lupa. Kita baru fokus umumin hasil anggota baru belum ke proses pencalonan. Daffa: Oke kumpulin anak-anak sama yang anggota OSIS terpilih karena buln depan sudah akan ada pemilihan Ketua OSIS baru sebelum kakak kelas kelulusan. Para anggota OSIS memanggil anggota OSIS terpilih untuk periode selanjutnya. Setelah 20 menit kemudian semuanya sudah berkumpul diaula. Daffa: Terima kasih sudah meluangkan waktu kalian, kakak sekedar kasih pengumuman bahwa bulan depan akan ada pemilihan Ketua OSIS yang baru dan untuk pendaftaran calon Ketua Osis beserta Wakilnya dimulai hari ini sampai dua minggu kedepan. So guys silahkan yang mau mendaftar langsung ke kak Sierly yah minggu ke 3 akan diumumkan sekaligus akan ada Bimbingan Teknis. Rendi: Buat kalian yang masih ragu untuk maju menjadi calon Ketua dan Wakil, jangan takut kedepannya pasti akan ada bimbingan dari kami. Kakak OSIS juga tidak akan melepaskan begitu saja tanpa dampingan sebelum LDKS (latihan dasar kepemimpinan siswa). Daffa: Saya rasa cukup yahh silahkan bagi yang memiliki jiwa kepemimpinan dan berminat menjadi Ketua OSIS daftar ke kak Sierly yah. Sekarang boleh bubar. Setelah dibubarkan para anggota OSIS inti kembali keruangan OSIS, membiarkan mereka saling berdiskusi. Mereka masih harus memutuskan 1 calon anggota OSIS baru yang tersisa. Rendi: jadinya yang sisa 1 anggota ini gimana Daff..? Daffa: jadi tadi Abel kesini berniat untuk merekomendasikan 1 temannya untuk menggantikan posisinya, sebelumnya makanya gue tanyakan ke kalian gimana enaknya, karena benar kata Sierly kalo waktu kita gak banyak. Dan pastinya Abel juga akan bertanggung jawab jika orang yang dia pilih tidak kompeten. Sierly: Trus siapa yang dicalonkannya..? Daffa: sebenarnya dia sempat ikut penjaringan sih, namanya Metta masih 1 kelas sama Abel. Sierly: Gue enggak lihat sisi Keistimewaan di diri Metta Daff. Daffa dan Rendi saling pandang, entah apa maksud dari Sierly berkata seperti itu. Daffa: Gue tau maksud elo Sier, emang gak sepadan sama Arabella yang cerdas dan berbakat, setidaknya itu dasar dari rekom Abel juga. Mungkin ada segi positif dari Metta yang kita enggak tahu tapi Abel sudah konfirmasi jika dia siap bantu kita jika bermasalah. Rendi tersenyum kecut mendengar pembelaan dari sahabatnya itu, sudah jelas beda banyak antara Abel dan sahabatnya yang dicalonkannya. Daffa: jadi gimana nih apa kita undi aja mungkin ada calon dari kalian yang ingin kalian rekomendasikan. Maya: gue setuju rekomen Abel Setuju Setuju Enggak Rendi: Setuju Daffa mengangguk lalu memerintahkan Sierly untuk membuat berita acara dan segera mengumumkannya. Tentu saja dilakukan pemanggilan resmi karena Daffa akan melakukan laporan pertanggung jawaban ke dewan guru atas perubahan privilege dari Abel. Flashback Off * Saat berada didepan pintu kelas X-4 kelas Abel tentunya Daffa dan Rendi mendengarkan suara yang begitu mereka kenali. "Aku jelaskan, aku menolaknya dengan cara halus Mett. Dari awal aku emang gak daftarin diri kan jadi kalau dewan guru kasih privilege ke aku, itu salah besar. Kenapa..,?? ya karena kalau aku gak minat terus dipaksain apa aku akan tetap bekerja dengan baik di OSIS nanti enggak kan..?? Contohnya gini dewan guru menyuruhku berenang sedangkan aku gak bisa renang, apa mungkin aku tetap terjun dan menyerahkan nyawaku pada malaikat izroil. Kan enggak jadi tolong itu bukan rejeki yang harus disyukuri dan dinikmati namun itu adalah hal yang harus dikoreksi. Aku punya kelemahan Mett, aku gak bisa terlalu forsir tenaga dan pikiran aku. Sekalinya aku drop bisa berhari-hari aku hidup diatas kasur." jelas Abel sedikit meninggi emosinya. Rendi dan Daffa saling pandang, mereka berdua tak tahu percakapan sebelumnya gimana, namun dilihat dari cara bicara Abel yangs sedikit tegas dan bernada sedikit emosional. Nampaknya dia menjelaskan alasan menolak menjadi anggota OSIS. "Emang bener banget kalau dewan guru ngasih kuasa ke dia, secara garis besar kemampuannya diatas rata-rata." ucap Daffa, Rendi tersenyum. "gimana lagi kalau dia sudah narik kesimpulan gitu, bisa apa kita. dan yahh beruntung jika OSIS sekolah dipimpin dia, seenggaknya kegiatanya tidak akan monoton." sahut Rendi lalu mereka melanjutkan langkahnya menuju kelas. Sierly sebagai sekertaris OSIS menyerahkan Surat pemberitahuan kepada Dewan Kesiswaan. Dewan kesiswaan ada pak Heru dan pak Sam, namun ditempat hanya ada pak Heru. Beliau membaca surat yang ditanda tangani oleh Daffa Ketua OSIS dan meminta tanda tangan dari Dewan Kesiswaan. "Kamu tau alasan Arabella menolak Sierly...??" tanya pak Heru. Sierly mengangguk. "Kata Daffa dia sedang mengikuti pelatihan menulis pak, sejenis writing competition gitu, dan baru selesai akhir tahun." jelas Sierly "Hemmb baik lah karena Arabella juga merekomendasikan pilihannya, saya setujui." jawab pak Heru. "Baik pak, saya ijin undur diri." "iyaa silahkan." Setelah itu Sierly menuju ke kelas Daffa, untuk memberikan suratnya. Beruntung kelas Daffa sedang Jamkos. "Daff udha kelar nihh, pak Heru Okay." ucap Sierly. "pak Sam gimana Sier." "Enggak ada Daf, adanya pak Heru dia juga tanya alasan penolakannya, udah gue jelasin juga, gue balik kelas yah bay." jawab Sierly, Daffa mengangguk. "Ren menurut loe anggota penggantinya ini kompeten nggak yah kok takut gue." tanya Daffa. "Lhaa gimana sih, kan elo yang udah sepakatan sama Abel." "iyaa, tapi gue jadi ragu begitunya tadi kita denger di kelas Abel tuh, Ehhm nih surat kesepakatan gue sama Abel." Rendi menerima selembar kertas dari sahabatnya itu, membaca seksama bahkan terus berulang seperti ingin benar-benar memahami kata perkata dari surat itu. "Lho yakin paham sama maksudnya Daff."tanya Rendi, Daffa mengernyit tak paham. "Ya intinya dia mau bantuin kalau ada permasalahan tentang calonnya itu."jawab Daffa. "Yaa lo begok kurang teliti, disini jelas-jelas dia bilang *Menyatakan bersedia membantu kegiatan OSIS diluar aktivitas saya yang lain. Tidak akan ada paksaan dari pihak OSIS jika saya sedang berhalangan*. Itu tandanya loe gak bisa maksa kehadiran dia seenaknya. "Dammmm. Abel emang bener-bener cewek penuh strategi, cerdik dia. Anjrit lah." ceplos Daffa lalu menggeleng-nggelengkan kepalanya. "The secret girls right."sahut Rendi. "Hemm, tapi gue harap dia tetep tanggung jawab kalau itu temennya bikin masalah." jawab Daffa, Rendi hanya mendengkus. "Yahh semoga ajah." Berharap semua berjalan dengan semestinya, Abel juga tidak tahu pasti Metta bersungguh-sunguh masuk OSIS atau hanya pelampiasan aktivitas saja, entah lah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN