Bab 13. Penyelamatan

1017 Kata

Lampu di atas panggung meredup sesaat. Musik selow mendadak terputus oleh bunyi feedback yang memekakkan telinga. Beberapa tamu bertopeng menoleh kesal, lalu semuanya terjadi terlalu cepat. Brak! Pintu utama gedung dihantam dari luar. Suara tembakan peringatan menggema, memecah kemewahan palsu pesta itu. Kepanikan meledak seketika. Gelas pecah, teriakan bersahutan, para tamu berhamburan mencari jalan keluar. “SEMUA DIAM DI TEMPAT!” Mata Prisha membulat ketika sosok itu menerobos ke arah panggung, wajah keras, mata merah oleh amarah dan ketakutan yang tertahan. Asraf. “PRISHA!” Suaranya menggema, penuh keputusasaan. Tubuh Prisha gemetar hebat. Dadanya terasa sesak. Di tengah kekacauan itu, keraguannya runtuh. Tatapan Asraf bukan tatapan pengkhianat, melainkan seseorang yang nyaris k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN