Selamat ku ucapkan padamu
Wahai orang yang pernah paling aku sayang
Kulepas dirimu dengan ikhlas
Moga Tuhan jagakan dirimu dan dia
Ku datang memberikan selamat
Walau langkah kaki gamang
Untuk kamu, aku datang
Semoga dirimu bahagia
Ku lepas dirimu dengan ikhlas
Semoga engkau dan dia bahagia
Dulu kita pernah berbagi rasa
Kini kita hanya teman yang biasa
Dulu kita bisa berencana
Tapi Tuhan lah yang menakdirkan
Hidup terus berjalan
Engkau t'lah kurelakan
Pada Tuhan semua
Ku pasrahkan
Selamat ku ucapkan padamu
Wahai orang yang pernah paling aku sayang
"Re, kamu yakin mau datang?" tanya Ayu
"Yakin dong yu, aku udah janji juga sama kak Gavin untuk datang" jawab Resha merasa yakin
"Tapi re, itu pasti tidak akan mudah buat loe" ayu masih merasa khawatir karna memang tak mudah menghadiri pernikahan seorang yang pernah mengisi hari hari kita.
"Apa yang di bilang nak ayu itu benar sayang, kalau kamu tidak yakin alangkah lebih baiknya kalau tidak usah datang, biar ibu sama ayah dan nak ayu saja yang datang" ujar ibu lembut
"Ibu, Resha yakin sangat yakin dan Resha juga sudah ikhlas" ujarnya yakin "Ibu, ayah sama ayu gak usah khawatirin Resha, Resha sudah memantapkan hati Resha untuk tetap hadir di hari bahagianya kak Gavin dan istrinya" lanjutnya dengan senyum manisnya untuk meyakinkan orangtua dan sahabatnya.
Dengan langkah gamang Resha melangkahkan kakinya. Menghadiri undangan pernikahan seorang yang pernah paling dia sayang.
Resha terlihat ayu nan manis di balut kebaya yang pas di tubuhnya. Senyum manis terus terpancar dari wajah ayu nya. Senyum sengaja Resha suguhkan untuk menutupi semua luka hatinya.
Siang teramat terik yang ku rasa
Seulas senyuman ku selalu menyapa
Walau bukan sedang tebar pesona
Tapi itulah aku dalam menyimpan problema
Segala resah biar aku yang rasa
Luka di hati tetap ku bawa tertawa
Meski pedih perih dalam jiwa
Selalu ku balut dengan penuh canda
Mencoba menenangkan jiwa
Walau berjuta prahara
Biarlah orang berpandangan apa
Cukup hanya aku yang merasa
Senyum ini penghias suasana
Walau terik membakar isi kepala
Walau hujan kadang membawa petaka
Seulas senyum menenangkan raga
Jiwa yang sabar ku kan selalu ada
Keiklasan hati selalu terbuka
Ku serakan semua kepada Yang Maha Kuasa
Karena semua yang terjadi atas kuasa-Nya
Dengan langkah berat Resha melangkahkan kakinya memasuki gedung pernikahan Gavin. Ayu dan ibu masih selalu menenangkan Resha namun tidak dengan ayah, ayah yakin putrinya seorang perempuan yang tegar. Resha pasti bisa melewati ujian ini dan akan ada seseorang yang lebih baik kelak yang akan mendampingi putrinya.
"Kamu gadis kuat dan tegar, ayah percaya ini tak akan lama rasa sakit mu akan berganti dengan bahagia" ujar ayah "Langkahkan kakimu dengan penuh keyakinan buang jauh rasa ragamu" lanjutnya yang masih terus menggandeng tangan putrinya.
Semua mata tertuju pada rombongan Resha, hampir semua rekan Gavin tau jika Gavin dan Resha pernah menjalin kasih dan semua rekan Gavin juga sempat tak percaya jika bukan Resha yang akan menemani Gavin duduk di kursi pelaminan.
Dulu waktu masih menjalin kasih dengan Resha, Gavin sering mengajak Resha apabila dia ada acara kantor ataupun ada undangan dari rekannya. Gavin juga selalu mengenalkan Resha pada rekannya bukan sebagai pacar melainkan calon istri.
Mereka memang sempat berencana untuk menikah dan Gavin juga sudah melamar Resha secara pribadi namun karna ada suatu hal yang membuat Resha sangat kecewa dan pada akhirnya Resha memilih untuk mengakhiri hubungan mereka.
Memang bukan keputusan yang mudah bagi Resha namun ini yang terbaik untuknya dan juga semua. Sempat terbesit rasa sakit saat dia menerima undangan langsung dari Gavin namun dia harus bisa bangkit. Dia tak boleh lagi menangis. Manusia bisa berencana namun kembali Tuhan yang menentukan dan Resha selalu percaya rencana Tuhan jauh lebih indah.
Dengan senyum manis dan hati yang yakin, rombongan Resha melangkah menaiki dekor pernikahan. Ayah yang memimpin di depan di ikuti ibu lalu Resha dan juga Ayu.
Masih mempertahankan senyum manis yang begitu tulus Resha menyalami Gavin dan memberinya ucapan selamat.
"Kakak... Resha ucapkan selamat, semoga menjadi keluarga yang sakinah dan bisa menjadi imam yang baik" tak memeluk Gavin, Resha hanya menyalami Gavin (tak bersentuhan tangan), pria itu hanya bisa tersenyum. Tak percaya jika Resha akan benar-benar datang bersama ayah dan ibunya.
"Kak... happy wedding ya, Resha sungguh bahagia, semoga kakak dan kak Gavin bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan juga warahmah" gadis itu langsung memeluk istri Gavin. Resha begitu tegar. Tak sedikitpun tersirat rasa sedih di wajahnya.
"Resha, maafin Gavin nak, maafkan keluarga kami yang sudah menyakiti hatimu" ucap mama Gavin pelan, beliau masih memeluk erat Resha. Air mata beliau tak bisa di tahan lagi ketika Resha menaiki dekor pelaminan dan menyalami Gavin dengan begitu tegar.
Ya beliau memang pernah berharap jika Resha akan menjadi menantunya. Jika Resha yang akan menemani putranya duduk di kursi pelaminan bukan menjadi tamu undangan seperti ini. Namun kembali, harapan hanyalah tinggal harapan. Resha memang bukan jodoh Gavin, beliau juga tak ingin memaksa kehendak Tuhan.
Gadis itu mengusap lembut air mata mama Gavin. Resha tau mama Gavin begitu menyayanginya dan menganggap Resha seperti anaknya sendiri. Jujur, dia tak ingin mengecewakan mama Gavin namun hubungan dengan Gavin sudah tak sehat lagi.
"Tante, Resha tidak tersakiti dan tidak ada yang tersakiti juga di sini. Resha ikut bahagia bahkan sangat bahagia melihat kak Gavin menemukan teman hidup yang sesuai harapan kak Gavin. Tante sampai kapan pun Resha akan tetap sayang sama Tante" ujar Resha dengan lembut. Gadis itu menahan air matanya untuk tidak keluar. Dia sudah berjanji tidak akan menangis lagi.
Tak ketinggalan, Resha mengabadikan momen langka ini lalu mempostingnya di akun media sosial miliknya. Tak lama akun media sosialnya itu langsung di banjiri doa teman-temannya.
"Re, sabar ya"
"Re, loe sungguh wanita luar bisa, loe pasti akan dapat yang jauh lebih baik dari Gavin"
"Re, loe berhak bahagia, loe harus bisa bangkit, semangat" dan masih banyak lagi doa yang membanjiri kolom komentar.
Tak lama Resha pamit untuk pulang karna hari sudah semakin malam. Ibu dan Ayu tak henti-henti memuji ketegaran Resha. Gadis itu sungguh luar biasa.
"Gue salut sama loe Re, kalau ini terjadi sama gue, gue yakin gue gak datang di pernikahannya, gue akan langsung ngeblokir semua yang berhubungan dengannya" ujar Ayu yang di sambut tawa Ayah dan Ibu.
"Ayah bangga padamu nak, kau selalu tepat mengambil keputusan dan ayah sangat mendukung keputusanmu. Percayalah akan ada laki-laki yang lebih baik yang akan menjadi pendamping mu kelak" ucap ayah yakin.
Ketika ayah mendengar hubungan Resha dan Gavin kandas dan juga Gavin yang akan menikah, Ayah sudah merencanakan sesuatu untuk putrinya itu.
___________
Lagu
Ku lepas dengan ikhlas_Lesty Kejora
Puisi author ambil dari google ya gaesss, maaf gak di cantumkan namanya soalnya di google juga tidak ada namanya.????