"Aku sudah memberikan empat ribu dollar ke masing-masing korban kecelakaan, lalu enam ribu dollar kepada orang tua yang anaknya meninggal dalam kecelakaan bus tersebut. Kau dapat mengeceknya kembali di rekeningmu, kira-kira aku benar atau tidak. Total seluruh anak adalah empat puluh lima orang dan lima orang dewasa, sudah termasuk sang supir." Wanita berambut panjang dikepang sepinggang, memakai kaca mata hitam dan memakai setelan baju hitam ketat melaporkan semua yang telah dia lakukan kepada Marry.
Marry mengangguk. "Terima kasih, Ana."
Marry saat ini tengah berada di ruangan Ivana, wanita itu sempat mengomel ketika dirinya pulang dengan keadaan sedikit kacau. Wanita itu terus mengoceh saat mengetahui tulang bahu Marry yang retak kini menjadi sedikit lebih parah.
Penasaran tentang Ana, Ana adalah salah satu wanita yang meraih gelar anggota ss di Black Shadow. Tidak ada yang tahu alasan pasti mengapa Ana masuk ke dalam BlackBerry Shadow, entah dia di angkat seperti Diandra, atau ditakdirkan seperti Marry dan Ivana, atau bisa jadi dia memang memasukkan dirinya sendiri ke dalam Black Shadow.
Ana memang tidak terlalu dekat dengan Marry, Diandra, dan Ivana. Wanita itu sendiri, tidak memiliki teman khusus untuk saling menolong, dia berdiri sendiri tanpa bahu teman di Black Shadow.
Diandra saat ini tengah duduk merenung di sofa ruangan Ivana, wanita itu merenung karena memikirkan tentang ... bagaimana mungkin para polisi itu menemukan jejak Marry, bukankah sebelumnya dia sudah membersihkan semuanya secara keseluruhan?
"Diandra, kau masih memikirkan masalah itu?" tanya Ivana, matanya melirik Diandra singkat selagi dia fokus mengobati beberapa luka lecet milik Marry.
Diandra menoleh ke arah Ivana, lalu menjawab,"Bagaimana mungkin aku tidak memikirkannya? Polisi dapat menemukan Marry padahal sebelumnya aku sudah membersihkan seluruh jejak yang tersisa? Aku tidak tahu bahwa ternyata kemampuanku kini menurun. Terlebih lagi, saat ini Marry diincar bukan hanya sebagai pelanggar dan pengacau lalu lintas, tetapi juga pengedar atau bandar narkoba."
Marry yang mendengar ini tersenyum tipis. "Bukan kemampuanmu yang menurun, Diandra, tetapi memang ada lawan baru yang lebih kuat. Aku juga merasa kemampuanku saat ini berkurang, tetapi ketika dipikir kembali, bukan aku yang melemah, tetapi memang lawan yang menguat."
Ivana menyeringai tipis. "Apakah hanya aku yang merasa masih ada di puncak tertinggi? Tidak ada dokter gila sehebat diriku di dalam kelompok kriminal manapun. Bersyukurlah, setidaknya kalian masih memiliki dokter yang hebat."
"Kau bukan dokter, Ivana, kau penjahat," ujar Diandra, membuat Marry tertawa dan Ana tersenyum tipis. Tersenyum adalah tawa milik Ana, wanita itu jarang terlihat tertawa, apa lagi tersenyum.
"Jika aku hanya penjahat, aku tidak akan bisa mengobati lukamu. Mengapa kau ikut tertawa seperti Diandra?" ucap Ivana, memutar bola matanya malas.
Marry berhenti tertawa, namun bibirnya masih tersenyum tipis. "Tetapi kau menggunakan ilmu pengetahuan milikmu tentang sains untuk perilaku ilegal, Ivana. Setelah sekolah sampai S3, kau bahkan rela membakar habis ijazah milikmu serta menghapus data-mu dari kampus yang kau gunakan untuk menuntut ilmu, itu dilakukan agar identitasmu aman, kan? Beruntung Big Papa tidak membohongimu atas posisi 'sss' atau kau akan menangis darah setelah membakar habis ijazah milikmu."
Ivana tersenyum tipis setelah tadi dia memutar bola matanya jengah. "Ibuku sudah lama mengabdi di Black Shadow seperti kedua orang tuamu, Marry. Aku ditakdirkan berasa di sini sejak aku lahir, sama seperti dirimu. Jadi ... Big Papa tidak mungkin membohongiku."
Marry mengangguk singkat. "Ya.. Ya... Kalau begitu sekarang fokus mengobati luka kecil ini, aku ingin cepat-cepat menemui Big Papa."
"Big Papa saat ini sedang tidak ada di sini," ujar Diandra, Marry yang mendengar ini segera mengerutkan keningnya. "Mengapa demikian? Aku penasaran mengapa pria tua itu kini sering sekali keluar dari tempatnya, biasanya dia hanya akan mengirim salah satu anggota kepercayaan sebagai perwakilan formal dirinya."
"Apakah kau belum mendengar berita yang belakangan ini terjadi?" tanya Ivana, Marry yang mendengar ini segera melirik Ivana bingung, kepalanya menggeleng. "Belum, aku hanya baru berada di sini lama tiga hari belakangan ini, selebihnya aku sering di apartemen atau di tempat lain untuk melaksanakan misi."
"Orang sibuk sepertinya tidak akan peduli dan mengetahui masalah itu, Ivana. Dia mungkin malah menganggapnya itu masalah yang tidak penting," ujar Diandra. Marry segera menoleh kembali dan menatap Diandra. "Ada masalah apa? Apakah benar-benar serius sampai membuat Big Papa sendiri yang keluar?"
Ivana tersenyum tipis. "Tidak terlalu serius, tetapi mungkin sedikit serius."
"Katakan dengan jelas, Ivana, kau selalu mengucapkan sesuatu yang sulit dimengerti," ujar Marry kesal, membuat Ivana menyeringai tipis. "Baiklah, akan aku ceritakan. Tetapi sebentar...." Wanita itu berdiri dari kursinya yang terletak di ranjang pasien yang kini tengah Marry gunakan berbaring, lalu berjalan ke arah meja kerjanya dan menaruh seluruh peralatan medis yang baru saja dia gunakan di situ. Tak lama kemudian Ivana kembali berjalan menuju kursinya barusan dan duduk di sana, setelah itu baru menceritakan semuanya kepada Marry.
"Kau mungkin sudah mendengar bahwa kelompok misteriusi mengobrak-abrik setiap divisi Black Shadow untuk menemukan AQM-304 setelah tak lama rapat anggota dalam Black Shadow terjadi, bukan?" tanya Ivana, membuat Marry yang mendengar ini mengangguk. "Ya, dan hanya itu satu-satunya keributan yang aku dengar."
Ivana tersenyum tipis lagi, kali ini kepalanya menggeleng pelan. "Ini bukan keributan satu-satunya, Marry, tetapi salah satunya. Begitu setelah dua hari rapat anggota dalam kembali dimulai dan diputuskan bahwa dirimu lah yang bertugas, mereka kembali mengobrak-abrik setiap divisi untuk mencari tahu tentang dirimu. Di dua hari setelah rapat dimulai, kau belum mengetahui tugas AQM-304 ini, bukan? Kau mengetahuinya setelah seminggu kemudian, setelah selesai membantai salah satu keluarga menteri pengadilan yang secara gila berusaha menemukan serta mencari tahu dalam tentang kita."
Marry mengangguk singkat. "Ya, lalu apa masalah utamanya? Aku bertanya tentang masalah apa yang membuat Big Papa sendiri yang turun tangan?" tanya Marry tidak sabaran, kedua sudut alisnya menyatu kesal.
Ivana balas menganggukkan kepalanya mengerti dengan singkat, sepertinya setelah ini dia akan mengucapkan bagian yangb serius.
“Kelompok misterius mencari dalam tentang identitas seluruh anggota sss, terutama dirimu. Begitu juga dengan AQM-304, persembunyiannya yang telah lama disimpan secara rahasia oleh Big Papa di divisi kelima bocor. “
“Lalu apakah n*****a itu hilang?” tanya Marry, dan Ivana pun segera menggeleng. “Tentu saja tidak, untungnya ada anggota gila yang bersedia berkorban demi n*****a itu. Aish … keberanian serta kesetiaannya kepada Black Shadow patut diacungi jempol.”
“Apa sekarang sudah terungkap kelompok mana yang menyerang divisi kelima?” tanya Marry lagi, dan sekali lagi Ivana menggeleng. “Tidak, belum ada yang tahu. Namun…” Ivana menggantung ucapannya.
“Namun setelah kau mengatakan bahwa pria misterius yang secara gila mengejarmu dan nark**a itu berasal dari Sawamura, maka sudah pasti bahwa yang membuat kekacauan di divisi kelima adalah Sawamura.”
“Benar-benar merepotkan, lagi pula mengapa Big Papa banyak menaruh barang atau data penting di sana? Bukankah lebih baik di divisi utama, tempat kita? Ada banyak pasukan elite di sini,” ujar Ivana, tangan kanannya bersandar di pingggir ranjang pasien Marry, menahan dagunya.
Diandra yang mendengar ini menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak tahu, siapa juga yang tahu jalan pikiran pria itu? Tetapi menurutku, alasannya adalah karena divisi kelima adalah tempat yang paling cocok untuk menyembunyikan barang yang berharga.”
“Mengapa demikian?” Tanya Ana, alis kirinya sedikit meninggi. Marry yang mendengar Ana bertanya segera menajwab, menggantikan Diandra. “Tentu saja karena dari semua divisi, divisi kelima lah yang jarang sekali aktif. Bahkan mereka hampir tidak dikenali oleh orang lain dan dianggap divisi ‘mati’. Tetapi, aku pernah ke sana kemarin, memang dari luar mereka tampak seperti tidak berguna, bahkan syarat utama menjadi Black Shadow saja hanya terpenuhi empat puluh persen, namun saat aku memasuki ruang bawah mereka untuk melihat salah satu data anggota atas perintah Big Papa, aku merasakan aura dan suasana mereka. Mereka seperti bermuka dua, orang-orang munafik. Mereka terlihat tidak berguna – tidak, bahkan kalimat ‘tidak berguna’ saja tidak cukup untuk mereka, mereka lebih dari orang yang ‘tidak berguna’. Ya, seperti itulah mereka terlihat ketika di luar, namun kau akan merasakan sesuatu yang berbeda saat melihat mereka berada di dalam area mereka. Sulit untuk dijelaskan.”
“Aku juga pernah mendengar bahwa anggota divisi kelima pernah sekali secara diam-diam menyelesaikan masalah besar Black Shadow sepuluh tahun silam, tetapi tidak ada yang percaya. Baik mereka atau pun Big Papa, tidak ada yang memberi jawaban. Para anggota divisi itu hanya tertawa seperti orang bodoh dan malah merendahkan dan memaki diri mereka sendiri,” ujar Ivana.
Diandra tersenyum tipis. “Sepertinya bukan hanya anggota ‘sss’ saja yang memiliki gelar ‘spesial’, sepertinya divisi kelima juga demikian.”
Marry mengangguk. “Itu wajar, bukan? Tempat mereka dijadikan markas tersembunyi sebagai tempat penyimpanan AQM-304 dan data-data penting anggota ‘sss’. Sampai saat ini hanya kita yang tahu, mungkin anggota lain akan terkejut dan tidak percaya jika mengetahui fakta ini, bahwa barang serta identitas penting Black Shadow di simpan di sana.”