“Ada apa Kur?" tanya Ferdi yang kaget dengan teriakan Kurnia. "Ria.. Ria, Fer," jawab Kurnia tergagap. "Ada apa dengan Ria?" tanyaku panik. Perasaanku mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Tapi apa itu? Semoga saja tidak menambah buruk keadaan. "Itu... itu...," kata Fitri sambil menunjuk ke arah dimana kamar tempat memasung Ria berada. Kami mengikuti arah telunjuk tangan Fitri. Kami begitu kaget melihat keadaan yang ada di hadapan kami. Ria telah lepas dari pasungannya. Matanya berubah jadi merah menyala. Dia tidak lagi menapakkan kakinya dilantai, dia melayang. "Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Arif tidak percaya. Tanpa komando semuanya langsung merapat ke arahku dan Arif. Kami sudah tidak tahu harus bagaimana lagi. Kami tidak mungkin meminta bantuan warga untuk mengh

