“Pecat saja aku sekarang!” “Ta-tapi ... A- apa.. maksudmu?” tanya bos arogan itu sedikit terbata. “Pecat aku sekarang, Pak! Atau .... Atau ...” Atau apa? Aku sendiri bingung harus melanjutkan kalimat tersebut dengan kata apa. “Atau apa, Viv?” “Atau ....” Aku terus menatap lelaki arogan itu, meskipun aku sendiri tak tahu dengan kalimat apa untuk melanjutkannya. Berani menatapnya sama dengan penyetaraan kasta bukan? Aku tak lagi harus menunduk , dan terus diinjak seperti biasanya. “Atau aku akan mengundurkan diri sekarang!” Lelaki itu terkekeh. “Viv, kamu mau mengundurkan diri? Yakin?” Lagi-lagi lelaki itu tertawa meremehkan. “Kamu tidak baca surat tanda tangan kontrak? Bahkan denda yang harus kamu bayar itu, melebihi dari uang yang kamu ambil dari ATM.” Aku kelimpungan, membahas te

