BAB 1:MALAM DIBALIK JENDELA HOTEL
Cahaya lampu kota menembus kaca jendela kamar hotel lantai sepuluh, menciptakan bayangan panjang di dinding. Seorang wanita muda, Nada, berdiri sendirian di balik tirai. Gaun tidur satin berwarna maroon membalut tubuhnya yang ramping, mengikuti lekuk tubuh seperti air mengalir.
Nada menatap lampu kota dengan tatapan kosong, tapi dalam benaknya ada badai yang sulit diredam. Malam ini bukan malam biasa. Ada sesuatu yang membuatnya gelisah. Dan itu semua bermula sejak siang tadi, saat seorang pria asing menghampirinya di lobi hotel.
"Ray..." gumamnya lirih.
Namanya masih terngiang di telinga Nada. Cara Ray menatapnya waktu itu—tenang, percaya diri, tapi menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan—membuat jantungnya berdebar tanpa sebab.
Nada ingat jelas bagaimana Ray hanya mengangguk kecil dan berkata, “Kita akan bertemu malam ini. Di lantai sepuluh.”
Nada tak sempat menjawab. Pria itu sudah berjalan pergi dengan tenang, menyisakan pertanyaan yang terus berputar di benaknya. Apa maksudnya?
Tiba-tiba, suara ketukan terdengar. Tiga kali. Lembut tapi tegas.
Nada menoleh. Dadanya berdebar tak karuan. Ia melangkah pelan ke arah pintu, menarik napas panjang sebelum membukanya. Dan di sana, seperti yang dijanjikan...
Ray berdiri dengan dua gelas wine di tangannya.
“Kau datang,” bisik Nada.
Ray tersenyum tipis. “Aku bilang akan datang, kan?”
Nada mundur selangkah, memberi jalan. "Masuklah..."
Dan malam itu pun dimulai—malam yang tak hanya dipenuhi rasa penasaran, tapi juga aroma bahaya yang menggoda.