14 — Hujan yang Mereda

1057 Kata

"Di antara hujan yang reda, bahwa diam pun bisa menjadi bentuk keberanian." --- Konser itu berakhir, dan hujan kembali turun. Shen Li duduk di dekat jendela kamar hotelnya. Secangkir teh hangat mengepulkan uap tipis di meja kecil, aromanya menenangkan namun tidak cukup kuat untuk mengusir seluruh keresahan. Ketukan pelan terdengar di pintu. Sekali. Tidak terlalu keras. Seperti seseorang yang tidak yakin apakah ia diizinkan masuk. Shen Li tidak langsung menjawab. Ia menutup mata sejenak, mendengarkan detak jantungnya yang lambat namun berat. Ketukan kedua datang, sedikit lebih mantap, mengajaknya kembali pada kenyataan. “Masuklah,” ujarnya kemudian, suara lebih lembut dari bisikan. Pintu terbuka sedikit, lalu satu sosok melangkah dengan hati-hati. Xuan Yao muncul dengan rambut diikat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN