Sudah dua minggu berlalu sejak kali terakhir aku menanyakan apa tujuan sebenernya Vannesa datang ke rumahku waktu itu. Hebatnya, selama dua minggu ini aku bisa menahan emosiku dan bersikap tenang tanpa amarah sama sekali. Kuikuti alur yang bisa aku lalui, agar aku tahu mana manusia yang pantas untuk dimusnahkan. Memang nggak semudah itu menahan emosi, apalagi aku ini orang yang sama sekali tidak bisa menahan emosiku sama sekali. Tapi beruntunglah selama dua minggu ini aku bisa menahan itu semua, menahan untuk marah dan juga menahan untuk tidak memukul siapapun. Aku mendadak menjadi laki-laki yang pendiam, ternyata enak juga ya menjadi laki-laki pendiam. Berasa keren sekali aku ini saat menjadi laki-laki pendiam. Vannesa juga masih sibuk mengikutiku seperti anak ayam selama dua minggu ini,

