Labirin Manusia Gagal : 27

1839 Kata

Enggak ada yang namanya benar-benar kebetulan, semua sudah direncanakan. Bila tiba waktunya, semua akan lekas terjadi dengan semestinya. Begitulah yang aku ketahui, semua ini nggak ada yang namanya benar-benar kebetulan. Seperti Febrian yang benar-benar tahu semua tentangku bisa saja aku melewatkan sedikit hal kecil tentang Febrian sehingga aku tidak mengetahui dirinya dengan jelas. Siapa dia, kenapa dia bisa mengenalku, kenapa semua yang dia bicarakan kepada Vannesa itu benar adanya, kenapa baru sekarang dia berani berbicara padahal kalau dipikir-pikir dia dan aku ada di kampus yang sama sudah lebih dari dua tahun lamanya tapi kenapa baru sekarang dia berani membuka mulutnya? Seseorang dimasa lalu berkata kepadaku, katanya belajarlah menjadi pemaaf. Berhenti jadi pembenci, berhentilah me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN