Sesi tanya jawab mengenai Vannesa akan segera dimulai, selepas bingung harus melakukan apa akhirnya kuputuskan saja untuk membawanya pulang kerumahnya kembali. Dan selama satu jam perjalanan pulang tersebut Vannesa tidak juga menunjukan tanda-tanda dia akan bangun dari tidurnya, begitu kami sampai aku langsung membopong Vannesa untuk masuk ke dalam rumahnya. Oh, tidak tidak. Bukan membopong melainkan menggendongnya. Saat ini, di rumah Vannesa hanya sedang ada Ibunya dan juga Sarah saja. Biar pun hanya mereka berdua, tapi suasana mencekam dan mengerikan ini terasa sekali oleh tubuhku. Mereka memaksaku bicara padahal sudah kukatakan bahwa aku tidak tahu kenapa Vannesa tiba-tiba pingsan seperti itu. Mau beralasan apapun kukira Tante Riska dan Sarah tidak akan mungkin langsung mempercayai aku,

