Enam hari berlalu semenjak kafeku terkena bobol oleh manusia yang menamakan kelompok mereka sebagai maling, kafeku masih belum selesai di renovasi. Petukang yang mengerjakan bilang jika pekerjaan ini belum tentu selesai dalam waktu seminggu, bisa jadi memakan waktu sebulan karena mendadak dua orang pekerjanya yang biasa bekerja sama dengan mereka tidak bisa ikut bekerja disini dengan alasan yang tidak bisa mereka beritahukan kepadaku. Agak pusing juga aku memikirkan jika kafeku yang berada di Bintaro ini harus tutup selama satu bulan penuh, karena itulah hari ini aku mengadakan rapat dengan pekerja di kafeku yang di Bintaro. Oh, dan nanti juga akan ada Rifki, manager kafeku yang berada di daerah Sudirman. Vannesa juga ada disini, namun dia tidak bersama kami di lantai dua. Dia memilih dud

