Apa bukti seorang laki-laki mencintaimu dengan tulus? Ketika kamu sudah mematahkan hatinya, dia masih tetap berkeinginan membahagiakanmu. Itulah yang aku lihat dari sorot mata Genta untuk Manda hari ini, ketika aku ingin sekali meninju wajahnya karena terlalu berani menyuruh-nyuruh pacarnya aborsi padahal ia tahu juga di dalam sana ada bayi yang dimana itu adalah darah dagingnya sendiri. Aku malah menahan amarah dan lebih memilih untuk mendengarkan bagaimana kisahnya dengan Manda, dan selama bercerita, aku tidak mendengar sebuah alasan demi asalan yang keluar dari mulut Genta. Yang aku simpulkan adalah Genta yang sebenarnya tidak ingin mengaborsi anak itu hanya saja Manda terus menerus mengajaknya kabur bersama tanpa berani untuk bertanggung jawab bersama. Ayah Manda tidak merestui Genta

