Aku nggak tahu sejak kapan Ibuku membeli rumah ini, dari Putra aku tahu kalau saat aku sibuk mengurusi Vannesa saat itulah Bang Tinje membebaskan Ibuku, Ayah Fikri dan juga Desi. Bang Tinje juga berbohong perihal dia yang katanya sudah menyakiti Ibunya Fikri, dia tidak melakukan apapun untuk menyakiti Ibunya Fikri. Dia mengatakan hal seperti itu hanya agar aku terus percaya kepadanya dan dia bisa meneruskan rencannya, ternyata mereka semua sudah membodohi aku sejak awal. Saat aku meminta tolong kepada Bang Tinje untuk membuntuti Ayah Fikri disitulah dia meluncurkan aksinya untuk membuat kesepakatan. Awalnya Ayah Fikri memang tidak percaya aku akan melakukan hal itu, tapi setelah Desi tidak ada di kamar hotel barulah dia percaya dan menghubungi Bang Tinje lagi. "Gue malah nggak tahu kalau

