Labirin Manusia Gagal : 77

1804 Kata

"Kopi tuh." Aku yang baru saja selesai mandi langsung duduk dihadapan temanku dan menyeruput kopiku pelan. "Bini lo mana?" "Kerumah orang tuanya." "Balik kapan? "Nanti, kalau gue suruh." Aku mengangguk ringan dan langsung menyandarkan punggungku pada kursi ruang tamu ini, lelah sekali. "Lo udah tahu dimana nyokap gue?" Tanyaku sambil memperhatikan Tv yang sedang menayangkan saluran berita. "Gue harus selsaiin masalah ini secepatnya soalnya." "Kalem aja, gue udah tahu." Aku berhasil lolos dari kejaran polisi lagi, ternyata Gema tidak mengkhianatiku. Dia memberikan rute jalan yang benar dan di jalan itu benar-benar tidak ada polisi sama sekali, sekarang aku hanya tinggal mengurus Ibuku, Ayah Fikri, Desi, Vannesa dan juga Vinka. Sepertinya aku mempunyai perubahan rencana untuk Vannesa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN