"Gem, disini!" Gema berbaik dan langsung berlari ke arahku dengan panik. "Duh, Mas. Saya deg-degan banget ini asli." "Santai aja, jangan terlalu tegang." "Iya, Mas. Okee." "Gimana? Dapat infonya?" Sontak Gema mengangguk cepat dan menyerahkan ponselnya padaku. "Baju ganti buat saya, bawa?" Tanyaku sambil memperhatikan video pada ponsel Gema. "Sama barang-barang yang saya minta, bawa juga?" "Bawa semua, Bos." Setelah mengangguk, aku kemudian menganati video yang ada di ponsel Gema dengan tenang. Saat ini aku sedang berada di sebuah rumah makan di gang sempit pinggiran Kota Jakarta, tujuanku setelah ini mungkin akan bermalam di rumah temanku yang berada di daerah Tanjung Duren. Agak jauh memang dari sini, tapi aku tidak punya pilihan lain selain ke sana. Mungkin aku akan berangkat set

