"Nih rotinya," aku menyerahkan dua kotak roti kepada Ibuku. "Udah, 'kan? Langsung ke rumah sakit 'kan ini?" Ibuku mengangguk. "Iya langsung aja, kemalaman kayaknya kita ini, bang." "Ya lagian pake segala mampir-mampir orang udah dibilang pakai gojek aja." "Ya udah lah nggak apa-apa," kata Ibuku cepat. "Sekalian jalan-jalan." Aku tertawa sinis. "Atur deh Ma, atur." Kemudian aku mengemudikan mobilku untuk melaju ke tempat yang sudah aku pikirkan, percuma juga bukan kalau kami ke rumah sakit saat ini? Sudah jam delapan lewat. Itu juga saat ini kami masih sangat jauh dari rumah sakit tempat Vannesa dirawat, syukur kalau-kalau kami saat ini tidak terkena macet. Mungkin, kami akan tiba setengah jam lagi. Tapi kalau kami terkena macet bisa dua sampai satu atau bahkan dua jam lagi mungkin kam

