Aku nggak tahu mana yang harus aku percayai nantinya saat Vannesa, Fikri atau mungkin Febrian memberikan alasan demi alasan tentang pertanyaan yang akan aku tanyai kepada mereka suatu saat nanti. Kalau Fikri sih, dia sudah mengatakan alasannya padaku. Kesimpulannya adalah, dia marah karena aku meniduri pacarnya yang murahan dan ganjen itu. Padahal kalau dipikir-pikir harusnya dia itu berterima kasih saja kepadaku, dengan begitu setidaknya otaknya akan bekerja. Menyadari bahwa memang Desi tidak layak untuk dia perjuangkan mati-matian, bukannya malah marah dan melakukan hal bodoh dengan menusukku dari belakang. Dia, tidak seharusnya berbuat seperti itu karena aku sebenarnya tidak melakukan kesalahan apapun padanya. Dan Vannesa, kenapa dia mau-mau saja menjadi umpan untukku? “Hai, ngelamun

